Panas Bumi Masuk Fase Ekspansi, ESDM Tawarkan Tiga WKP dengan Tarif 10 TahunInvestor AADI Menyusut Per Juli 2026, Free Float Ikut Terpangkas
Di sisi lain, konsensus pasar di Stockbit menunjukkan optimisme penuh dari para pelaku pasar modal.
Sebanyak 18 analis secara bulat memberikan rekomendasi beli untuk saham AADI, tanpa ada analis yang menyarankan rekomendasi tahan maupun jual.
Para analis menetapkan konsensus target harga rata-rata untuk saham AADI berada pada level Rp12.857 per lembar saham.
Proyeksi target harga tersebut mencakup estimasi batas terendah pada angka Rp10.500 dan estimasi batas tertinggi yang berpotensi menembus Rp16.000 per lembar.
Investor AADI Menyusut Per Juli 2026, Free Float Ikut Terpangkas
Kepemilikan investor Single Investor Identificationdan free float AADI terpantau mengalami penurunan pada Juli 2026.
Merujuk laporan bulanan registrasi pemegang efek di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026, basis pemodal SID AADI per Juli 2026 berkurang sebanyak 2.239 pihak menjadi 64.997 investor dibanding 67.236 pada bulan sebelumnya.
Kepemilikam pemegang saham non-warkat di bawah lima persen AADI juga menurun ke angka 1,43 miliar lembar atau setara 18,3834 persen dari total saham.
Tak hanya itu, porsi saham free float AADI pada Juli 2026 juga tergerus menjadi 1,41 miliar lembardari posisi bulan sebelumnya yang sempat bertahan di angka 1,44 miliar lembar
Di sisi lain, tidak ada pergeseran peta kekuatan dari segi pemegang saham di atas lima persen. Pengendali utama PT Adaro Strategic mengunci kepemilikan sebesar 41,0965 persen atau setara 3,20 miliar lembar.
Posisi kedua terdapat PT Alamtri Resources Indonesia yang mengantongi 15,3723 persen atau 1,19 miliar lembar, serta Garibaldi Thohir dengan porsi langsung 5,8305 persen atau 454,01 juta lembar.
Sementara itu, entitas yang terafiliasi dengan pengendali justru mempertebal portofolio mereka menjadi 1,50 miliar lembar saham atau setara 19,282 persen.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.