The Fed Berpotensi Menaikkan Suku Bunga usai Inflasi AS Agustus Naik 3,4 Persen
Head of Research Kiwoom Beber Proyeksi IHSG Semester II 2026
E20 Ditargetkan 2028, RI Butuh 57 Pabrik Bioetanol Baru
Di pasar keuangan, tekanan untuk IHSG pada semester kedua juga terlihat dari kenaikan yield obligasi di berbagai negara.
Menurut Liza, pergerakan tersebut berkaitan dengan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang dinilai berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
“Kalau suku bunga naik, yield obligasi naik, maka dampaknya ke market bagaimana? Ke equity market. Biasanya aset berisiko akan dihindari dulu,” kata Liza.
Dia menilai ekspektasi pasar terhadap suku bunga The Fed kini telah berubah cukup signifikan. Jika pada awal tahun investor berharap suku bunga AS turun, proyeksi tersebut mulai kehilangan pijakan.
Bahkan, berdasarkan survei terhadap ekspektasi Fed Fund Rate, suku bunga diperkirakan tidak kembali turun hingga akhir 2027 dan justru berpotensi meningkat.
“Jadi suku bunga The Fed yang dari awal tahun itu katanya akan turun, ini sudah enggak kelihatan lagi sampai tahun depan. Yang ada malah naik.
Sekarang mereka di level 3,5 sampai 3,75 persen. Itu enggak bakalan turun lagi sampai akhir 2027.
Malah diperkirakan naik 75 bps, menjadi 4,25 sampai 4,5 persen,” tuturnya.
Kondisi suku bunga global tersebut menjadi tantangan bagi pasar saham Indonesia pada paruh kedua 2026.
Investor diprediksi akan cenderung lebih selektif dalam menempatkan dana ketika imbal hasil aset berpendapatan tetap meningkat, dan ketidakpastian pasar global masih tinggi.
Tekanan tersebut semakin besar pada September ini. Liza menyebut secara historis September menjadi salah satu bulan yang kurang bersahabat bagi IHSG.
Berbeda dengan Juli dan Agustus yang cenderung mencatatkan kinerja positif, September dalam catatan historis 10 tahun terakhir justru lebih sering berada di zona merah.
“September itu secara historis merupakan bulan merah. Tidak seperti Juli Agustus yang hijau kemarin.
Selama 10 tahun terakhir September itu selalu bulan merah. Jadi chance-nya IHSG menghijau di bulan ini menurut kami kurang dari 40 persen,” jelas Liza.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.