Perhatikan Saham yang Dilepas Asing, ini Datanya

Data menunjukkan asing secara bersamaan melepas kepemilikan pada kelompok saham tertentu dengan volume yang signifikan. Pergerakan ini memberi petunjuk penting mengenai sektor mana yang sedang mengalami penyesuaian eksposur.

Berdasarkan ringkasan transaksi investor asing, tekanan jual terdalam tercatat pada PT Bumi Resources TbkSaham ini mencatat net foreign sell sebesar 316,9 juta saham pada sesi I.

Angka tersebut berasal dari foreign sell 978,3 juta saham yang diimbangi foreign buy 661,4 juta saham.

Besarnya transaksi dua arah menempatkan BUMI sebagai pusat distribusi asing terbesar hingga pertengahan perdagangan.

Distribusi asing berikutnya terjadi pada PT Garuda IndonesiaTbkdengan net sell 129,3 juta saham. Tekanan jual pada GIAA didominasi aksi pelepasan, dengan foreign buy yang relatif terbatas.

Posisi ini menjadikan GIAA sebagai saham dengan penjualan bersih asing terbesar kedua pada sesi I, sekaligus outlier utama di sektor transportasi.

Pada kelompok saham berkapitalisasi menengah, asing juga tercatat melepas kepemilikan di PT Multipolar Tbksebesar 29,9 juta saham dan PT Era Media Sejahtera Tbksebanyak 19,5 juta saham.

Tekanan jual asing juga terlihat pada sektor energi dan industri. PT ESSA Industries Indonesia Tbkmencatat net sell 19,5 juta saham, sementara PT Chandra Daya Investasi Tbkdilepas bersih sekitar 18,0 juta saham.

Pada saham-saham ini, foreign sell terjadi bersamaan dengan foreign buy, menandakan transaksi tetap aktif meski arah bersihnya keluar.

Distribusi asing tidak hanya menyasar saham menengah. Saham perbankan besar PT Bank MandiriTbkjuga tercatat mengalami net foreign sell sebesar 16,6 juta saham.

Pada sektor properti, pola distribusi asing terlihat lebih menyebar.

PT Sentul City Tbkmencatat net sell 16,5 juta saham, diikuti PT Alam Sutera Realty Tbk9,3 juta saham, PT Summarecon Agung Tbk9,1 juta saham, dan PT Agung Podomoro Land Tbksekitar 8,7 juta saham.

Penyebaran ini mengindikasikan sektor properti masih berada dalam fase penataan eksposur asing, bukan pelepasan pada satu emiten tertentu saja.

Daftar penjualan bersih asing juga mencakup saham-saham lain lintas sektor, seperti PT Bank KB Indonesia Tbkdengan net sell 12,3 juta saham, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk11,0 juta saham, PT MNC Tourism Indonesia Tbk9,8 juta saham, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk9,3 juta saham.

Selain itu, PT Folago Global Nusantara Tbk, PT Homeco Victoria Makmur Tbk, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbkjuga tercatat dilepas asing dengan volume yang relatif terkontrol.

Jika diuji secara sektoral, distribusi asing pada sesi I paling berat terjadi di sektor energi dan komoditas, terutama karena dominasi volume pada BUMI.

Sektor properti muncul sebagai klaster distribusi kedua dengan penjualan yang merata di beberapa emiten.

Sektor keuangan menunjukkan penyesuaian terbatas melalui BUMI, sementara transportasi didominasi oleh satu nama besar, GIAA. Sektor lainnya menunjukkan pola pelepasan selektif tanpa konsentrasi ekstrem.