Di sisi lain, porsi penggunaan energi baru terbarukandalam bauran energi perusahaan urut meningkat.
Berdasarkan laporan keberlanjutan yang telah dipublikasikan, jumlah konsumsi energi PGE pada 2025 mencapai 178.197,38 MWh, bertambah sebesar 14,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 155.454,22 MWh.
Meski konsumsi energi meningkat, PGEO berhasil menjaga dominasi energi bersih dalam bauran energi. EBT dalam bauran energi mencapai 94,36 persen, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 94,24 persen.
“Ke depan, PGE akan meningkatkan pemanfaatan kendaraan berbahan bakar listrik, hybrid, maupun hidrogen dalam kegiatan operasional guna mendukung pencapaian targetĀ bauran energi terbarukan Perseroan sebesar 96 persen pada 2030,” tulis manajemen PGE dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Sejalan dengan itu, intensitas energi menunjukkan tren perbaikan. Intensitas energi total tercatat turun menjadi 0,037 MWh/MWh pada 2025, dibandingkan 0,041 pada 2024 dan 0,043 pada 2023.
Sementara itu, intensitas energi untuk kegiatan pengeboran sumur panas bumi yang dilakukan oleh vendor pada 2025 mencapai 0,002 MWh/MWh.
Manajemen PGE mencatat angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024 sebesar 0,009 MWh/MWh, serta sama dengan baseline 2020 sebesar 0,002 MWh/MWh.
“Terdapat penurunan konsumsi energi di luar perusahaan yang signifikan di 2025 karena hanya terdapat satu aktivitas pengeboran yang dilakukan oleh vendor,” tulis manajemen.
PGE juga mengalokasikan investasi untuk pengelolaan dan pelestarian lingkungan sebesar Rp10,37 miliar pada 2025, meningkat 4,71 persen dibandingkan Rp9,90 miliar pada 2024.
Manajemen PGE menyatakan paada 2025, tidak terdapat pengaduan lingkungan, termasuk tidak ada insiden kebocoran fluida panas bumi.
Sepanjang 2025, PGE juga melakukan berbagai upaya untuk mendorong efisiensi energi termasuk mengurangi konsumsi energi.
Salah satunya ialah Optimalisasi penggunaan energi dengan mengoperasikan satu buah liquid ring vacuum pumpsaat operasi normal untuk PLTP Unit 4 & 5 untuk Area Kamojang yang mengurangi konsumsi energi sebesar 563,76 MWh.
Selain itu, optimalisasi operasi di Karaha menghasilkan penghematan 319,5 MWh, sementara pemanfaatan panas dan reinjeksi fluida di Lumut Balai menekan konsumsi hingga 7.669,93 MWh.
Upaya efisiensi lainnya melalui pengurangan steam dan pengaturan valve di tempat yang sama turut berkontribusi menekan konsumsi energi sebesar 7.488,06 MWh.
Atas berbagai upaya efisiensi energi yang telah dilakukan, pada 2025, PGE mencatatkan penurunan energi totalhingga 25.139,52 MWh, meningkat 125,92 persen dari 2024 yang sebesar 11.127,44 MWh.
“Peningkatan tersebut didorong oleh program Steam Redistribution and Adjustment Methodyang dilakukan pada 2025,” tulis manajemen PGE.