PTRO Caplok Saham Sejahtera Terminal Logistik, Cek Poin Penting yang Wajib Dicermati

Tuntaskan HMETD Rp1,19 Triliun, PTRO Perkuat Cengkeraman di SINI

Saham Menguat

MYOH Suntik Dana Segar Rp25 Miliar keanak Perusahaan TRJA

Melangkah lebih jauh ke rentang lima tahun, akumulasi pertumbuhan harga saham PTRO mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 2.013 persen dari kisaran level terendah Rp210 per lembar saham.

Adapun dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, kenaikan saham emiten ini menembus angka 9.582 persen, naik secara masif dari posisi terendahnya di level Rp52 hingga sempat menyentuh harga puncak historis di level Rp13.000 per lembar saham.

Kinerja Keuangan Kuartak I 2026

Sebelumnya diberitakan, emiten Prajogo Pangestuini mengalami lonjakan kinerja operasional yang tajam. Dalam catatan kinerjanya, di tiga bulan pertama tahun 2026, perusahaan mencatat pendapatan sebesar USD284,13 juta.

Angka ini melesat 84,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar USD154,22 juta.

Kenaikan pendapatan ini mendorong laba bruto naik lebih tinggi, mencapai USD36,69 juta atau tumbuh 127,9 persen secara tahunan.

Walau begitu, masih ada angka merah dalam catatan tersebut. Beban langsung dilaporkan membengkak sebesar 79,1 persen.

Beban bunga dan keuangan ikut naik 89,9 persen menjadi USD17,31 juta. Akibatnya, laba sebelum pajak turun 48,7 persen menjadi USD1,71 juta.

Beban penjualan dan administrasi juga terkerek naik sebanyak 22,6 persen menjadi USD12,21 juta. Dan, pos lain-lain berbalik mencatat rugi USD3,82 juta, dari sebelumnya laba USD6,71 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat laba periode berjalan hanya naik terbatas menjadi USD1,08 juta.

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk bertumbuh 50,5 persen dari USD920 ribu menjadi USD1,39 juta, tumbuh.

Kenaikan ini menunjukkan adanya faktor non-operasional yang mempengaruhi distribusi laba, meski tekanan pada profitabilitas inti masih terlihat.

Dari sisi neraca, total aset PTRO tercatat sebesar USD1,61 miliar, naik 1,4 persen. Kas dan setara kas juga tumbuh 9,4 persen menjadi USD78,83 juta.

Liabilitas mengikuti, meningkat 1,8 persen menjadi USD1,3 miliar.

Ekuitas sedikit terkoreksi, turun 0,3 persen menjadi USD306,56 juta. Di sini, ekspansi masih ditopang oleh peningkatan kewajiban.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.