Sejumlah saham perbankan besar hingga emiten tambang terlihat masuk daftar koleksi utama, sementara saham energi dan infrastruktur justru banyak dilepas.
Data broker activity memperlihatkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbkmenjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor ritel melalui broker XL.
Nilai pembelian BBRI tercatat mencapai Rp129,3 miliar dengan volume sekitar 424 ribu lot pada harga rata-rata Rp3.049 per saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank Central Asia Tbkdengan nilai beli Rp122 miliar. Investor ritel melalui XL mengoleksi sekitar 205 ribu lot BBCA pada harga rata-rata Rp5.964 per saham.
Selain saham perbankan, investor ritel juga terlihat aktif masuk ke saham komoditas dan pertambangan. Saham PT Aneka Tambang Tbkdibeli senilai Rp109,7 miliar dengan volume sekitar 356 ribu lot di harga rata-rata Rp3.073.
Saham PT Bumi Resources Tbkjuga masuk radar koleksi ritel dengan nilai pembelian Rp87,8 miliar. Volume transaksi saham BUMI mencapai sekitar 4,7 juta lot pada harga rata-rata Rp181 per saham.
Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri Tbkdibeli sekitar Rp65,9 miliar dengan volume 161 ribu lot. Investor ritel juga mengoleksi saham PT Chandra Asri Pacific Tbksenilai Rp49,9 miliar pada harga rata-rata Rp2.574 per saham.
Aktivitas pembelian lainnya terlihat pada saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbksenilai Rp39,6 miliar, PT Amman Mineral Internasional TbkRp38,8 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia TbkRp37,4 miliar, serta PT Petrindo Jaya Kreasi TbkRp33,1 miliar.
Pola transaksi tersebut menunjukkan investor ritel masih cukup aktif masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas.
Perbankan, energi, hingga bahan baku menjadi sektor yang paling dominan dalam daftar pembelian broker XL selama sepekan terakhir.
Namun di saat bersamaan, investor ritel juga terlihat melakukan distribusi pada sejumlah saham tertentu. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbkmenjadi saham yang paling banyak dilepas dengan nilai jual mencapai Rp34,6 miliar.
Saham PT Dewa United Energi Tbkberada di posisi kedua daftar penjualan dengan nilai Rp32,3 miliar dan volume sekitar 906 ribu lot pada harga rata-rata Rp382 per saham.
Tekanan jual berikutnya terlihat pada saham PT Telkom Indonesia Tbkyang dilepas senilai Rp24,1 miliar. Investor ritel juga tercatat menjual saham PT Bank Negara Indonesia Tbksebesar Rp16,4 miliar.
Selain itu, saham PT Energi Mega Persada Tbkdilepas Rp14,8 miliar dan PT Solusi Sinergi Digital Tbkdijual sekitar Rp14,6 miliar. Sementara saham lain yang masuk daftar distribusi yakni VKTR, INET, KOTA, dan SUPA.
Secara volume, transaksi broker XL selama periode tersebut tergolong cukup besar.
Aktivitas transaksi dua arah yang tinggi menunjukkan investor ritel masih aktif memanfaatkan volatilitas pasar di tengah pergerakan IHSG yang cenderung fluktuatif.