Saham Gocap Akhirnya Bebas, Dirut BEI Buka-Bukaan Soal Imbasnya ke IHSG

Resmi Tekan MRA, Bos ADHI Beberkan Arah Bisnis PerseroanBagaimana Persepsi Pasar usai Suahasil Ditunjuk Jadi Menteri Keuangan?

Bank Indonesia pada pekan yang sama mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen.

Reuters mencatat keputusan tersebut diambil setelah BI sebelumnya menaikkan suku bunga secara kumulatif 100 basis poin pada Mei dan Juni untuk membantu menopang stabilitas Rupiah.

Kondisi tersebut membuat perdagangan 28 September berlangsung dalam lingkungan pasar yang memang sudah sensitif terhadap faktor eksternal. Pada hari pertama setelah batas bawah Rp50 dibuka, IHSG ditutup di 6.147,86, turun 1,51 persen.

Namun, penyebaran tekanan di pasar menunjukkan pergerakannya tidak hanya terkonsentrasi pada saham yang sebelumnya tertahan di Rp50.

Data perdagangan BEI menunjukkan sejumlah saham dengan kapitalisasi dan bobot indeks besar justru menjadi pemberat utama IHSG.

GoTo atau GOTO menjadi penekan terbesar dengan kontribusi negatif sekitar 12,84 poin setelah harganya merosot 14 persen.

Berikutnya ada Amman Mineral Internasional dengan kontribusi negatif 7,99 poin dan Bumi Resources Minerals sebesar 5,95 poin. Bank Mandiri menyumbang tekanan negatif 4,89 poin, sementara Telkom Indonesia sekitar 3,69 poin.

Tekanan juga terlihat dari cakupan sektor. Sembilan dari 11 indeks sektoral mengalami penurunan pada 28 September.

Sektor teknologi menjadi yang paling dalam dengan koreksi 4,46 persen, disusul bahan baku 3,33 persen dan konsumer siklikal 3,04 persen.

Dengan demikian, data perdagangan hari pertama memberikan konteks tambahan terhadap pernyataan manajemen BEI bahwa saham-saham Rp50 hanya memberikan kontribusi terbatas terhadap penurunan indeks.

Di luar kelompok tersebut, sejumlah saham besar dan beberapa sektor utama juga mengalami tekanan cukup dalam.

Arus asing memperlihatkan gambaran yang sama. Pada sesi pertama 28 September saja, investor asing mencatat net sell Rp129,63 miliar, dengan Bank Mandiri, Telkom Indonesia dan Bank Central Asia menjadi tiga saham yang paling banyak dilepas.

Dengan kata lain, hari pertama berlakunya mekanisme harga baru berlangsung bersamaan dengan tekanan yang sudah lebih dulu muncul pada saham-saham besar, pelemahan Rupiah dan aksi jual investor asing.

Data tersebut belum membuktikan bahwa perubahan batas bawah harga sama sekali tidak berdampak terhadap IHSG, tetapi memberikan konteks bahwa penurunan indeks tidak berlangsung dalam ruang hampa dan tidak hanya melibatkan saham-saham yang sebelumnya terkunci di level Rp50.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.