Saham GOTO hingga MNC Grup Masuk Jajaran Top Losers Sepekan, DADA Ikut Terkapar

Asing Lepas GOTO Rp927 Miliar Sepekan, Sahamnya Diserok Habis oleh Ritel Lokal?

Saham Ekosistem MNC dan GOTO Ikut Meredup

GOTO Paling Banyak Dibuang Asing Pekan ini, EMAS Laris Manis

Saham emiten perbankan ini memimpin penguatan bursa setelah meroket sebesar 142,42 persen dalam kurun waktu satu minggu perdagangan.

Kenaikan tajam tersebut membawa harga saham BSWD melompat ke level Rp3.600 per lembar saham, sekaligus memperpanjang penguatan tahunannyayang kini telah melonjak hingga 323,53 persen dengan total nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp13,27 triliun.

Mengekor di posisi kedua, saham pengelola jaringan bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk, mencatatkan lonjakan harga mingguan sebesar 80,00 persen.

Saham BLTZ parkir di level Rp3.600 per lembar saham pada penutupan pekan ini, dengan akumulasi penguatan sejak awal tahun mencapai 24,14 persen dan kapitalisasi pasar sebesar Rp3,14 triliun.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh PT Semacom Integrated Tbkyang melesat 78,03 persen dalam sepekan ke harga Rp470 per lembar saham. Kenaikan SEMA dalam satu bulan terakhir bahkan telah menyentuh 319,64 persen.

Di peringkat keempat dan kelima, saham PT Cipta Selera Murni Tbkdan PT Sona Topas Tourism Industry Tbkjuga membukukan kenaikan performa mingguan yang tebal. Saham CSMI melesat 64,36 persen sepekan menuju posisi harga Rp332 per lembar saham.

Adapun saham emiten jasa pariwisata SONA tumbuh 57,32 persen dalam satu minggu terakhir hingga parkir di level Rp3.760 per lembar saham, dengan capaian kenaikan bulanan sebesar 50,40 persen.

Saham Sektor Properti dan Komoditas Masuk Jajaran Top Gainers

Tren penguatan saham-saham dengan imbal hasil mingguan tebal juga merambah ke sektor properti dan manufaktur.

Saham pengembang properti PT Andalan Sakti Primaindo Tbkmenduduki peringkat keenam top gainers sepekan setelah menguat 50,77 persen ke level Rp980 per lembar saham.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, saham ASPI bahkan telah membukukan lonjakan harga yang sangat fantastis mencapai 195,18 persen.

Sementara itu, emiten investasi PT Artha Mahiya Investama Tbkberada di urutan ketujuh dengan catatan kenaikan mingguan sebesar 50,42 persen ke harga Rp710 per lembar saham.

Pergerakan saham AIMS menunjukkan konsistensi penguatan di mana secara tahunan saham ini telah melesat 86,84 persen.

Posisi kedelapan dihuni oleh emiten properti PT Rockfields Properti Indonesia Tbkyang naik 40,28 persen sepekan ke posisi Rp2.960 per lembar saham. Secara tahunan, saham ROCK tercatat meroket hingga 385,25 persen.

Daftar sepuluh besar saham paling cuan sepekan ditutup oleh dua emiten dari sektor perkebunan dan teknologi digital.

Emiten produsen minyak kelapa sawit grup Sinar Mas, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, menempati urutan kesembilan dengan lonjakan harga sebesar 37,10 persen ke level Rp8.500 per lembar saham.

Penguatan saham SMAR ini sekaligus menjadikan emiten tersebut sebagai pemilik kapitalisasi pasar terbesar di jajaran top gainers sepekan, yaitu mencapai Rp24,41 triliun.

Adapun posisi kesepuluh dihuni oleh emiten penyedia voucher digital PT Trimegah Karya Pratama Tbkyang berhasil menguat 33,00 persen dalam sepekan. Saham UVCR berada di level harga Rp266 per lembar saham pada akhir pekan ini.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pergerakan saham UVCR mencatatkan kenaikan akumulatif yang cukup mengesankan sebesar 254,67 persen.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.