SOHO Amankan Kredit BCA Rp150 Miliar, Buat Apa?

Fasilitas ini juga memberikan fleksibilitas pendanaan dalam menjaga kelangsungan operasional perusahaan.

Corporate Secretary SOHO Yuliana Tjhai menyampaikan bahwa perpanjangan fasilitas kredit ini diarahkan untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.

“Fasilitas ini digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta memberikan fleksibilitas pembiayaan bagi Perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu, 4 April 2026.

Ia menambahkan, mekanisme fasilitas memungkinkan perusahaan melakukan penarikan dana sesuai kebutuhan.

“Perseroan dapat melakukan penarikan berdasarkan utilisation request sesuai kebutuhan operasional,” kata dia.

Fasilitas utama yang diperpanjang berupa pinjaman bergulirdengan nilai maksimum Rp150 miliar. Selain itu, SOHO juga memperoleh fasilitas tambahan berupa bank garansi sebesar Rp450 miliar serta letter of credit senilai USD3,2 juta.

Perjanjian fasilitas ini ditandatangani pada 2 April 2026 antara SOHO bersama entitas anaknya dengan BCA sebagai kreditur. Fasilitas tersebut memiliki tenor hingga 28 Juli 2028 dengan opsi perpanjangan sampai 28 Juli 2029.

Dari sisi struktur biaya, pinjaman ini dikenakan bunga dengan skema margin 2 persen ditambah Compounded IndONIA 90 hari. Ketentuan ini mencerminkan struktur bunga mengambang yang mengikuti pergerakan suku bunga pasar domestik.

Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya berada di atas 20 persen dari ekuitas perusahaan, namun tidak melebihi 50 persen.

Dengan demikian, transaksi tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam perjanjian, fasilitas kredit juga dilengkapi dengan jaminan berupa perjanjian penanggungan dan jaminan perusahaan. Struktur ini memberikan kepastian bagi kreditur terhadap kewajiban pembayaran dari pihak peminjam.

SOHO menyatakan bahwa perpanjangan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas.

Perusahaan memanfaatkan fasilitas perbankan untuk menjaga stabilitas arus kas di tengah kebutuhan operasional yang dinamis.

Langkah ini juga memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola kebutuhan pembiayaan secara lebih fleksibel, terutama dalam mendukung distribusi dan operasional di sektor kesehatan.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.