Harga Emas Anjlok 1,7 Persen, Sinyal Hawkish The Fed dan Dolar AS Jadi Biang KerokHarga Minyak Naik Hampir Empat Persen, Iran Tolak Menyerah di Tengah Ancaman Trump
Pembelian REC tersebut berpotensi menurunkan emisi hingga 42.425,7 ton CO2e. Instrumen ini juga menjadi salah satu pilihan TelkomGroup untuk mengejar target NZE, khususnya dalam pengurangan emisi Cakupan 2 dengan pendekatan market-based.
Dengan REC, perusahaan dapat mendukung penggunaan energi terbarukan sekaligus memperkuat transparansi dan keterlacakan atribut energi terbarukan dalam pengelolaan emisi yang berasal dari konsumsi listrik.
Net Zero bukan Berarti Urusan Emisi Selesai
Rangkaian program tersebut kemudian mengantarkan The Telkom Hub pada klaim pencapaian net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2. Bagi Telkom, status tersebut menjadi salah satu milestone dalam perjalanan menuju operasional rendah karbon.
Namun, perusahaan juga menegaskan bahwa pekerjaan dekarbonisasi belum berhenti di sana. Pengelolaan energi dan emisi akan terus diperluas, termasuk dengan melihat sumber emisi dalam cakupan yang lebih luas.
Direktur Utama EMI Henri Firdaus mengatakan meningkatnya kebutuhan energi membuat efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan energi semakin penting.
Menurutnya, efisiensi bukan sekadar mengurangi konsumsi energi, tetapi memastikan energi yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap dapat terus menjadi mitra berkelanjutan bagi Telkom, termasuk dalam mendukung upaya pengelolaan dan offset emisi dari berbagai kegiatan dengan cakupan Scope 1 hingga Scope 3,” kata Henri.
Menurut Henri, pengelolaan emisi juga tidak cukup hanya melihat gas buang dari aktivitas operasional. Pengelolaan limbah perlu ikut diperhitungkan sebagai bagian dari agenda dekarbonisasi.
“Pengelolaan emisi juga perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari gas buang, tetapi termasuk pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi,” ujarnya.
Telkom menyatakan akan terus memasukkan prinsip dekarbonisasi ke dalam operasional perusahaan melalui implementasi Rencana Transisi Iklim dan berbagai program pengurangan emisi yang terukur.
Target akhirnya tetap sama, yakni mencapai NZE pada 2060.
Bukan sekadar mengejar label hijau di laporan keberlanjutan, melainkan membangun operasional yang lebih efisien sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap energi dalam jangka panjang.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.