Rencana Akuisisi SMI, KDTN Siapkan Perubahan UsahaPuri Sentul PermaiDilirik Investor Baru, Negosiasi 86 Persen Saham
Kinerja KDTN Masih Bertumbuh pada Semester I 2026
Di tengah ketidakpastian penyelesaian transaksi, kinerja keuangan KDTN pada semester I 2026 masih mencatat pertumbuhan pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp19,96 miliar, naik dari Rp15,25 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bruto menjadi Rp9,73 miliar dari Rp6,73 miliar. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp2,12 miliar dibandingkan Rp406,82 juta pada semester I 2025.
Setelah memperhitungkan beban keuangan dan pos lainnya, laba sebelum pajak KDTN mencapai Rp1,87 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan Rp264,08 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba tahun berjalan pada semester I 2026 tercatat Rp1,87 miliar, dibandingkan Rp258,85 juta pada semester I 2025. Dengan demikian, kinerja laba KDTN masih berada di zona positif hingga Juni 2026.
Dari sisi neraca, total aset KDTN per 30 Juni 2026 mencapai Rp81,29 miliar, meningkat dari Rp79,94 miliar pada akhir 2025. Aset lancar tercatat Rp10,07 miliar, sedangkan aset tidak lancar mencapai Rp71,21 miliar.
Total liabilitas berada di level Rp11,25 miliar, terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp10,04 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp1,21 miliar. Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai Rp70,04 miliar per 30 Juni 2026.
Dengan transaksi yang masih tertunda, perkembangan berikutnya akan bergantung pada kepastian jadwal yang ditetapkan Ruby Mining serta kelanjutan proses korporasi KDTN.
Hingga keterbukaan informasi terbaru, perseroan belum menyampaikan batas waktu baru penyelesaian transaksi dan CSPA masih dinyatakan berlaku.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.