Tujuh Emiten Gelar Rights Issue Sepanjang September 2026, Cek Jadwal Krusialnya

Berdasarkan data Keterbukuan Informasi bursa hingga Minggu, 20 September 2026, proses penawaran umum terbatas ini mencatatkan sejumlah jadwal krusial yang wajib dicermati investor, khususnya menjelang tenggat Cum-HMETD pada pekan ini.

Investor pasar modal diimbau mengantisipasi risiko dilusi atau penyusutan porsi kepemilikan saham jika tidak mengeksekusi haknya selama periode perdagangan berlangsung.

AHAP Bidik Rp175 Miliar demi Penuhi Modal Minimum

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk menggelar PMHMETD V dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham baru bernominal Rp50 per saham.

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham dengan rasio penawaran 7 : 5. Hal ini berarti setiap pemegang 7 saham lama berhak atas 5 HMETD.

Melalui aksi korporasi ini, AHAP membidik perolehan dana maksimum sebesar Rp175.000.000.000Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan saham hingga sebesar 41,67 persen.

PT Asuransi Central Asiaselaku pemegang saham utama dengan porsi kepemilikan 62,58 persen berkomitmen mengambil seluruh haknya sebanyak 2.190.245.006 HMETD senilai Rp109.512.250.300.

Eksekusi tersebut dilakukan melalui konversi pinjaman subordinasi sebesar Rp30.000.000.000 dan setoran tunai sebesar Rp79.512.250.300.

Seluruh dana hasil emisi dialokasikan untuk perkuatan modal kerja dan instrumen investasi guna memenuhi ketentuan Pasal 56 POJK No.

23 Tahun 2023 tentang kecukupan ekuitas minimum perusahaan asuransi tahap pertama sebesar Rp250.000.000.000 paling lambat 31 Desember 2026.

Tahapan jadwal penting PMHMETD V AHAP dimulai dari tanggal Cum-HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 22 September 2026, diikuti Ex-HMETD pasar reguler dan negosiasi pada 23 September 2026.

Adapun Cum-HMETD di pasar tunai jatuh pada 24 September 2026, bersamaan dengan recording date Daftar Pemegang Sahamyang berhak pada pukul 16.00 WIB.

Distribusi HMETD dijadwalkan pada 25 September 2026, sedangkan pencatatan saham di BEI serta periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung mulai 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Batas akhir pembayaran pemesanan tambahan ditetapkan pada 6 Oktober 2026, diikuti tanggal penjatahan pemesanan tambahan pada 7 Oktober 2026, dan distribusi saham hasil penjatahan serta pengembalian uang pemesanan pada 9 Oktober 2026.

BMAS Terbitkan 3,84 Miliar Saham Baru, Perkuat CAR

PT Bank Maspion Indonesia Tbkmemproses PMHMETD IV dengan merilis sebanyak-banyaknya 3.844.000.000 saham baru bernominal Rp100 per saham.

Bank Maspion menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp300 per saham, sehingga total nilai dana yang berpotensi dihimpun dalam aksi korporasi ini mencapai Rp1,15 triliun.

Rasio penawaran HMETD yang disepakati adalah 500 : 183, di mana setiap pemegang 500 saham lama berhak atas 183 HMETD.

Kasikornbank Public Company Limitedmelalui Kasikorn Vision Financial Company Limitedbertindak sebagai pemegang saham pengendali yang menegaskan kesiapannya untuk mengambil bagian seluruh haknya sekaligus menyerap sisa saham yang tidak dieksekusi oleh masyarakat.

Seluruh dana segar hasil rights issue dialokasikan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan rasio kecukupan modal, serta mendukung ekspansi penyaluran kredit perbankan.

Rangkaian jadwal PMHMETD IV BMAS diawali dengan tenggat Cum-HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 18 September 2026, dilanjutkan Ex-HMETD pasar reguler dan negosiasi pada 21 September 2026.

Recording date penentuan pemegang saham yang berhak berlangsung pada 22 September 2026.

Selanjutnya, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung mulai 24 September hingga 30 September 2026.

BRNA Targetkan Dana Segar Rp157,5 Miliar, Restrukturisasi Utang?

PT Berlina Tbk menggelar PMHMETD IV dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.050.000.000 saham baru bernominal Rp50 per saham.

Produsen kemasan plastik ini menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp150 per saham dengan rasio penerbitan 100 : 91, artinya setiap pemegang 100 saham lama berhak memperoleh 91 HMETD.

Dari penawaran umum terbatas ini, perseroan membidik perolehan dana segar hingga Rp157,5 miliar.

PT Dria Baltia selaku pemegang saham utama perseroan menyatakan komitmennya untuk mengeksekusi seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham publik.

Dana yang terhimpun rencananya dialokasikan perseroan untuk porsi pembayaran utang usaha serta penambahan modal kerja operasional pabrik.

Mengenai jadwal pelaksanaannya, Cum-HMETD pasar reguler dan negosiasi BRNA ditetapkan pada 21 September 2026, sedangkan Ex-HMETD jatuh pada 22 September 2026.

Penetapan recording date bagi pemegang saham yang berhak menerima HMETD berlangsung pada 23 September 2026. Periode perdagangan serta eksekusi HMETD di bursa dijadwalkan mulai 25 September hingga 1 Oktober 2026.

Lunasi Utang Bank, BAJA Tawarkan 1,2 Miliar Saham Baru

PT Saranacentral Bajatama Tbkmerencanakan eksekusi PMHMETD II dengan melepas sebanyak-banyaknya 1.200.000.000 saham baru bernominal Rp100 per saham.

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp100 per saham dengan rasio 2 : 1, di mana setiap pemilik 2 saham lama berhak atas 1 HMETD. Target penghimpunan dana dari penawaran ini mencapai Rp120 miliar.

Pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD miliknya berpotensi terkena efek dilusi kepemilikan saham maksimum sebesar 33,33 persen.

Seluruh dana hasil aksi korporasi tersebut diproyeksikan untuk pelunasan sebagian utang bank jangka pendek serta pemenuhan modal kerja pembelian bahan baku galvalume dan galvanized steel.

Berdasarkan keterbukuan informasi, jadwal Cum-HMETD pasar reguler dan negosiasi BAJA ditetapkan pada 25 September 2026, diikuti Ex-HMETD pada 28 September 2026.

Tanggal recording date DPS dijadwalkan pada 29 September 2026, dan masa perdagangan serta pelaksanaan HMETD berlangsung mulai 1 Oktober hingga 7 Oktober 2026.

FORU Minta Persetujuan RUPSLB Terkait Penerbitan Saham Baru

PT Fortune Indonesia Tbk memproses agenda PMHMETD I dengan rencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 465.000.000 saham bernominal Rp100 per saham.

Emiten periklanan dan jasa komunikasi ini akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasaguna memperoleh persetujuan pemegang saham terkait penetapan harga pelaksanaan serta struktur pembeli siaga.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini bakal dimanfaatkan perseroan untuk mendukung langkah restrukturisasi lini usaha jasa komunikasi pemasaran digital serta penguatan modal kerja anak perusahaan.

Adapun agenda utama perseroan diawali dengan penyelenggaraan RUPSLB persetujuan PMHMETD yang dijadwalkan pada 24 September 2026, sebelum nantinya perseroan merilis pengumuman keterbukuan informasi lanjutan mengenai rasio dan jadwal definitif pada akhir September 2026.

CBRE dan MGLV Finalisasi Dokumen Pernyataan Efektif di OJK

Dua emiten lainnya, yaitu PT Cakra Buana Resources Energi Tbkdan PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk, tercatat berada dalam tahap finalisasi dokumen pendaftaran pernyataan efektif PMHMETD di Otoritas Jasa Keuangan

CBRE mengajukan rencana penerbitan hingga 1.500.000.000 saham baru guna membiayai belanja modal berupa penambahan armada kapal pengangkut.

Sementara itu, MGLV menyiapkan PMHMETD I untuk memperkuat struktur modal kerja ekspansi pabrik olahan makanan, di mana pernyataan efektif dari OJK ditargetkan terbit pada kuartal IV-2026.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.