AK mencatat pembelian besar pada saham energi dan komoditas, namun secara bersamaan melepas saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Data top broker memperlihatkan AK membukukan total nilai transaksi Rp5,4 triliun. Dari angka tersebut, nilai beli mencapai Rp2,3 triliun dan nilai jual Rp3,1 triliun, sehingga menghasilkan net sell Rp847,7 miliar.
Saham PT Bumi Resources Tbkmenjadi pembelian terbesar AK. Nilai transaksi beli mencapai Rp300,3 miliar dengan volume 10,6 juta lot pada harga rata-rata 284.
AK juga memborong PT United Tractors Tbksenilai Rp75 miliar atau 25.777 lot pada harga rata-rata 29.119. Selain itu, PT Darma Henwa Tbkdibeli Rp50,7 miliar dengan volume 861.460 lot dan harga rata-rata 596.
Aksi akumulasi berlanjut pada PT Merdeka Gold Resources Tbksebesar Rp22,2 miliar. PT Energi Mega Persada Tbkturut dibeli Rp17 miliar dengan volume 94.590 lot pada harga rata-rata 1.553.
Di sisi lain, tekanan jual terbesar AK terjadi pada saham PT Bank Central Asia TbkNilai jual mencapai Rp754,1 miliar dengan volume sekitar 1 juta lot pada harga rata-rata 7.233.
AK juga melepas PT Telkom IndonesiaTbksenilai Rp128,6 miliar. Tekanan jual berlanjut pada PT Bank Rakyat IndonesiaTbksebesar Rp102,1 miliar dan PT Bank MandiriTbkRp44,4 miliar.
Selain sektor perbankan, AK juga menjual PT Aneka TambangTbksenilai Rp33,3 miliar. Pola ini menunjukkan distribusi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi kontributor utama indeks.
Pada level agregat, AK menjadi broker dengan aktivitas tinggi kedua pada hari tersebut. Total frekuensi transaksi tercatat 408,8 ribu kali dengan nilai transaksi Rp5,4 triliun.
Sebagai pembanding, Stockbit Sekuritas Digitalmencatat total transaksi Rp6,0 triliun dengan net buy Rp180,6 miliar.
Perbedaan arah net value ini menggambarkan distribusi dana asing yang tidak merata di antara broker aktif.
Data transaksi 13 Februari memperlihatkan pergeseran alokasi dana pada saham energi dan alat berat, sementara saham perbankan besar mencatat tekanan jual signifikan.
Pola tersebut terekam berdasarkan distribusi bruto segmen reguler pada hari perdagangan tersebut.