Di sisi pembelian, saham energi dan komoditas menjadi target utama AK.
EMAS diborong senilai Rp45,1 miliar dengan 52.587 lot di harga rata-rata Rp8.558, MBMA Rp25,8 miliar dengan 343.314 lot di harga Rp750, serta PGEO Rp25,1 miliar melalui 240.900 lot di kisaran harga Rp1.042.
Saham ENRG dan DSSA juga masuk dalam daftar akumulasi dengan nilai masing-masing Rp19,3 miliar dan Rp17,4 miliar.
Sementara itu, saham-saham bank besar justru menjadi objek distribusi.
BBCA dilepas Rp323,4 miliar dengan 500.191 lot di harga Rp6.464, BBRI Rp68,3 miliar melalui 199.491 lot di harga Rp3.426, dan BMRI Rp55,5 miliar dengan 120.025 lot di kisaran Rp4.619.
TLKM juga mengalami tekanan jual sebesar Rp19,1 miliar dengan 61.349 lot. Pola ini memperlihatkan bahwa AK tidak hanya mengakumulasi saham tertentu, tetapi juga melakukan distribusi di sektor lain.
Distribusi dan akumulasi ini tampak bersamaan dengan aktivitas broker lain.
Maybank Sekuritasmembeli saham energi dan komoditas seperti MEDC Rp118,1 miliar dengan 705.901 lot di harga Rp1.671, BRMS Rp108 miliar melalui 1,2 juta lot di harga Rp865, serta BUMI Rp73,1 miliar dengan 2,9 juta lot.
Aktivitas ini menandakan pergeseran sebagian arus dana asing dari bank ke sektor komoditas dan energi.
Di sisi domestik, Mandiri Sekuritasikut menyerap beberapa saham perbankan. BBCA dibeli Rp514,2 miliar melalui 777.952 lot di harga Rp6.612, BMRI Rp100,9 miliar dengan 219.280 lot, dan TLKM Rp121,1 miliar melalui 386.303 lot.
Namun, CC juga melepas BBRI Rp682,1 miliar dengan 2 juta lot, menambah dinamika aliran dana di pasar.
Ritel melalui Stockbit Sekuritas Digitalturut mendukung akumulasi. BBRI diborong Rp240,4 miliar dengan 700.676 lot, BBCA Rp186,6 miliar melalui 287.990 lot, dan BMRI Rp112,6 miliar dengan 243.397 lot.
Di sisi penjualan, YP melepas MEDC Rp36,9 miliar, ANTM Rp32,8 miliar, serta ADRO Rp31 miliar
Data ini menunjukkan bahwa selama sepekan perdagangan, UBSfokus menambah posisi di saham energi dan komoditas, sementara melepas sebagian besar saham perbankan.
Pergeseran ini terjadi di saat broker domestik dan ritel justru masuk sebagai penampung saham bank besar.
Kombinasi pembelian dan pelepasan oleh AK menandai rotasi yang jelas di pasar saham.
Aktivitas broker ini mencerminkan strategi alokasi dana asing yang selektif, dengan akumulasi di sektor yang diproyeksikan memiliki momentum dan distribusi di saham dengan likuiditas tinggi.