UNTR 8M26: Overburden Naik, Penjualan Alat Berat dan Komoditas Tertekan

Asing Keluar Rp15,04 Miliar, Tekanan Jual Tinggi: ini Analisis UNTR

Penjualan Batu Bara dan Emas Masih Menurun

Analis: Revisi Kuota RKAB Jadi Kunci buat UNTR di 2026

Saham sempat bergerak naik hingga Rp26.400 pada 14 September. Dari level tersebut, harga kemudian turun ke Rp24.325 pada 22 September, atau terkoreksi sekitar 7,9 persen.

Tekanan semakin terlihat pada perdagangan 18 September ketika UNTR turun 3,40 persen ke Rp24.825. Pada 21 September saham kembali melemah 0,50 persen ke Rp24.700, sebelum turun lagi 1,52 persen menjadi Rp24.325 pada 22 September.

Namun, data transaksi investor asing tidak sepenuhnya menunjukkan tekanan jual yang konsisten. Secara kumulatif berdasarkan data 4-22 September yang tersedia, net foreign buy UNTR masih sekitar Rp101,66 miliar.

Beberapa sesi mencatat pembelian asing cukup besar, seperti Rp21,24 miliar pada 8 September dan Rp19,50 miliar pada 9 September. Sebaliknya, terjadi net foreign sell Rp6,19 miliar pada 17 September dan Rp3,89 miliar pada 21 September.

Gambaran Teknikal

Data teknikal 22 September menunjukkan harga UNTR Rp24.325 berada di bawah MA5 sebesar Rp24.880 dan MA10 Rp24.470. Harga juga masih berada di bawah MA50 Rp27.118, MA100 Rp25.750, dan MA200 Rp25.433.

Hanya MA20 sederhana di Rp24.132,50 yang berada di bawah harga dan memberikan sinyal beli.

Pada indikator momentum, RSI 14 berada di 45,84 dan masih dalam kategori netral. MACD berada di -646,88 dengan sinyal jual, sementara Bull/Bear Power juga negatif di -215,64. ROC berada di 7,28 dan memberikan sinyal beli.

Pivot point klasik berada di 25.483. Dengan harga Rp24.325, UNTR masih berada di bawah pivot tersebut.

Support terdekat berada di Rp24.166, kemudian Rp23.508 dan Rp22.191. Sementara resistance berada di Rp26.141, Rp27.458, dan Rp28.116.

Secara keseluruhan, data menunjukkan UNTR menghadapi kombinasi antara penurunan volume beberapa bisnis utama dan peningkatan aktivitas overburden.

Di pasar saham, harga masih berada di bawah sebagian besar moving average dengan momentum yang belum sepenuhnya pulih. Sementara itu, aliran dana asing secara kumulatif dalam periode 4-22 September masih tercatat positif.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.