Penurunan imbal hasil US Treasury membantu meredakan tekanan terhadap saham setelah yield sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 20,69 poin atau 0,04 persen menjadi 50.926,56. S&P 500 bertambah 14,91 poin atau 0,19 persen ke 7.666,45, sedangkan Nasdaq Composite naik 10,53 poin atau 0,04 persen menjadi 26.871,60.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar saham mampu mempertahankan penguatan meski investor menghadapi sejumlah sinyal ekonomi yang berpotensi memperpanjang tekanan inflasi dan memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.
Angka Pengangguran AS Turun
Tekanan pada awal perdagangan terutama berasal dari pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang masih menunjukkan ketahanan.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran mingguan turun menjadi 197.000, lebih rendah dibandingkan konsensus ekonom Reuters sebesar 200.000.
Data tersebut menjadi salah satu indikator terakhir sebelum laporan ketenagakerjaan pemerintah AS yang dijadwalkan dirilis Jumat.
Pasar sebelumnya memperhatikan kekuatan pasar tenaga kerja karena kondisi tersebut dapat memengaruhi ruang gerak Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Selain tenaga kerja, data manufaktur juga menjadi perhatian. Institute for Supply Managementmelaporkan indeks aktivitas manufaktur turun tipis menjadi 54,5 pada September dari 54,6 pada Agustus.
Meski aktivitas sedikit melemah, kenaikan harga input dalam survei tersebut kembali menunjukkan adanya tekanan biaya yang berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi.
Kondisi tersebut sempat mendorong kenaikan yield US Treasury. Yield Treasury 10 tahun, yang menjadi acuan pasar keuangan global, menyentuh level tertinggi dalam 24 tahun setelah September mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak 1994.
Kenaikan yield biasanya memberikan tekanan terhadap saham karena meningkatkan tingkat diskonto terhadap valuasi perusahaan.
Dampaknya terutama dirasakan pada saham teknologi dan pertumbuhan yang memiliki ekspektasi arus kas lebih besar di masa mendatang.
Namun, arah pasar obligasi kemudian berubah. Investor kembali membeli US Treasury sehingga yield bergerak turun.
Yield Treasury dua tahun yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan Federal Reserve turun sekitar 10 basis poin dan berada di jalur mencatat penurunan harian terbesar sejak Agustus 2025.
Perubahan arah yield tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu Wall Street keluar dari tekanan awal perdagangan.
Ada Sinyal Kenaikan Suku Bunga
Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari pernyataan Vice Chair Federal Reserve Philip Jefferson. Ia mengisyaratkan bank sentral dapat bersikap lebih sabar sebelum kembali menaikkan suku bunga setelah kenaikan 25 basis poin pada September.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober juga menurun. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang kenaikan minimal 25 basis poin kini berada di 28,2 persen, turun dari 68,6 persen sepekan sebelumnya.
Namun, arah kebijakan The Fed belum sepenuhnya seragam. Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk menahan perekonomian memasuki 2027.
Ia belum memastikan apakah kenaikan berikutnya perlu dilakukan pada Oktober.
Sektor Energi Pendorong Utama Wall Street
Di pasar saham, sektor energi menjadi salah satu penggerak utama. Sektor energi S&P 500 menguat 1,9 persen setelah harga minyak Brent melonjak lebih dari USD4 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah China menghentikan ekspor bahan bakar, yang berpotensi memperketat pasokan di pasar global.
Sektor teknologi juga menguat 0,8 persen. Saham perusahaan perangkat lunak naik sekitar 1 persen setelah Accenture menyampaikan kinerja dan proyeksi yang berada di atas ekspektasi.
Saham Accenture melonjak 15,78 persen dan ditutup pada level tertinggi sejak 6 Maret.
Micron Technology juga menjadi perhatian setelah memberikan proyeksi pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Sahamnya naik 3 persen.
Komitmen pelanggan senilai USD32 miliar melalui perjanjian pasokan turut menjadi katalis bagi saham perusahaan yang berkaitan dengan rantai pasok semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Walt Disney Terkoreksi 3,40 Persen
Di indeks Dow Jones, Boeing menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 3,35 persen. Salesforce menguat 3,10 persen, sedangkan International Business Machines naik 2,59 persen.
Ketiga saham tersebut menjadi penopang utama pergerakan Dow yang berakhir di zona positif.
Di sisi lain, Walt Disney menjadi saham dengan kinerja terburuk di Dow setelah turun 3,40 persem. Amgen melemah 3,38 persen, sementara Johnson & Johnson turun 2,30 persen.
Pada indeks S&P 500, selain Accenture, Synopsys naik 12,79 persen dan Fair Isaac menguat 11,69 persen.
Sementara itu, Corteva tercatat turun 83,81 persen, Paramount Skydance merosot 9,58 persen, dan McCormick & Company turun 4,87 persen.
Pergerakan saham di Nasdaq jauh lebih ekstrem. Sono Group melonjak 97,32 peraen, Nexalin Technology naik 79,33 persen, dan Veea menguat 59,91 peraen.
Sebaliknya, Wellchange Holdings anjlok 79,36 persen, Columbus Acquisition turun 60,82 persen, dan Steakholder Foods melemah 51,08 persen.
Meski indeks utama berakhir positif, breadth pasar masih menunjukkan tekanan pada sejumlah saham. Di NYSE, sebanyak 1.234 saham menguat dibandingkan saham yang melemah.
Di Nasdaq, rasio saham naik dan turun berada pada 1,04 berbanding 1.
S&P 500 mencatat empat saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan, sementara 41 saham mencetak level terendah baru. Di Nasdaq, 41 saham berada pada level tertinggi baru, sedangkan 287 saham mencapai level terendah baru.
Volume perdagangan mencapai 17,25 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 17,19 miliar saham.
Dengan demikian, penguatan Wall Street pada Kamis tidak hanya ditopang oleh kenaikan saham Boeing.
Perubahan arah yield Treasury, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober, pernyataan Jefferson, kenaikan harga minyak yang mengangkat saham energi, serta kinerja perusahaan seperti Accenture dan Micron menjadi sejumlah faktor yang menjaga indeks utama tetap berada di zona positif.
Namun, data breadth menunjukkan penguatan indeks berlangsung bersamaan dengan tekanan pada sejumlah saham individual.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.