Wall Street Menguat usai AS Berpotensi Hentikan Perang di Timur Tengah

Penguatan tersebut terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang AS-Israel dengan Iran berpotensi segera berakhir .

Ketiga indeks  di Wall Street berhasil pulih pada menit-menit terakhir setelah Trump mengatakan perang “jauh lebih cepat” dari perkiraan awalnya yang berkisar empat hingga lima minggu.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Averagenaik 239,25 poin atau 0,50 persen menjadi 47.740,80. Indeks S&P 500ditutup di level 6.795,99 setelah naik 55,97 poin, atau 0,83 perse.

Sementara itu Nasdaq Composite,  memperoleh 308,27 poin atau 1,38 persen dan ditutup di level 22.695,95.

Sembilan dari 11 sektor utama di S&P 500 ditutup positif, dengan saham teknologi mencatat kenaikan persentase terbesar. Sedangkan sektor keuangan dan energi  merupakan dua sektor yang mengakhiri sesi dengan catatan negatif.

Fluktuasi intraday pasar saham di AS disebabkan oleh sikap investor mencerna berita utama yang menambah volatilitas pada hari perdagangan dalam beberapa minggu terakhir.

Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York memandang masih ada banyak ketidakpastian di luar sana mengenai konflik, serta durasi penutupan Selat Hormuz.

“Sekali lagi hari ini, melihat pembalikan relatif dalam pergerakan harga menunjukkan bahwa investor mencari setiap peluang untuk kembali masuk ke pasar saham.” ungkapnya.

Adapun harapan meredanya konflik di Timur Tengah yang semakin meluas setelah sebelumnya sempat  meredup setelah Iran memilih Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi.