Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas penetrasi layanan fixed broadband murah di tengah masih tingginya biaya internet rumah di Indonesia.
Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama sekaligus Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk mempersempit kesenjangan akses internet nasional.
Menurut dia, internet saat ini bukan lagi layanan premium, melainkan kebutuhan dasar masyarakat.
“IRA merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan internet fixed broadband berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Shannedy Ong dalam keterangan resmi perusahaan, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
WIFI menyebut layanan IRA hadir dengan kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan tarif Rp100 ribu.
Perusahaan menilai kebutuhan layanan internet rumah murah masih terbuka lebar, terutama di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua yang memiliki populasi lebih dari 200 juta jiwa.
Perseroan menyoroti biaya layanan fixed broadband di Indonesia yang masih relatif mahal dibanding sejumlah negara ASEAN. Selain itu, kualitas serta pemerataan layanan internet dinilai masih belum merata di berbagai daerah.
“Melalui peluncuran IRA di Jawa, Maluku, dan Papua, kami ingin membantu menjembatani kesenjangan digital dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital,” kata Shannedy.
Sebagai tahap awal implementasi Regional-1, WIFI dan Telemedia saat ini telah mengoperasikan lebih dari 550 site aktif dengan dukungan 3.189 radio units yang tersebar di lebih dari 82 kota dan kabupaten.
Infrastruktur tersebut menjadi fondasi utama perluasan jaringan internet rumah berbasis Fixed Wireless Access
Perseroan menjelaskan pengembangan IRA dilakukan melalui kolaborasi bersama vendor teknologi, kontraktor jaringan, mitra implementasi lokal hingga institusi pembiayaan.
Model tersebut dipakai untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperluas jangkauan layanan.
“Dukungan vendor teknologi, mitra lokal, funding partners, serta berbagai pemangku kepentingan telah memungkinkan kami mempercepat pembangunan infrastruktur dan menghadirkan layanan fixed broadband yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujar Shannedy.
Dalam momentum peluncuran tersebut, perusahaan juga menggandeng TVRI dan platform digital FolaPlay untuk menghadirkan program promosi layanan internet dan tayangan Piala Dunia. Program promosi berlaku mulai 26 Mei hingga 19 Juli 2026.
Melalui program itu, pelanggan ditawarkan layanan internet gratis selama tiga bulan, akses menonton Piala Dunia melalui aplikasi FolaPlay, serta aktivasi digital melalui aplikasi IRA dan FolaPlay dengan biaya Rp100 ribu selama periode promosi.
Sebagai bagian dari roadmap ekspansi 2026, WIFI menegaskan akan terus memperluas penetrasi layanan IRA ke lebih banyak kota dan kabupaten di Indonesia.
Perusahaan menyebut fokus pengembangan tetap diarahkan pada perluasan jaringan, kualitas layanan, dan keterjangkauan harga internet rumah.
WIFI sendiri merupakan emiten infrastruktur dan konektivitas digital yang mengembangkan jaringan serat optik nasional serta layanan fixed broadband berbasis FTTH dan FWA.
Sementara IRA memanfaatkan teknologi 5G FWA pada spektrum 1,4 GHz yang dipadukan dengan jaringan Fiber-To-The-Home
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.