Emiten infrastruktur telekomunikasi berkode saham BALI tersebut memproyeksikan perolehan pendapatan tidak mengalami pertumbuhan besar.
Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra Lily Hidayat membeberkan rincian rencana target keuangan tersebut secara terbuka.
Manajemen memaparkan proyeksi performa usaha itu dalam forum pemaparan publik tahunan perusahaan di hadapan pemegang saham bursa.
“Pada tahun dua ribu dua puluh enam perseroan memproyeksikan pendapatan yang flat yaitu sekitar satu koma dua ratus dua puluh lima triliun rupiah,” kata Lily Hidayat Rabu, 10 Juni 2026.
Manajemen sengaja membidik angka pemasukan stagnan demi mengantisipasi volatilitas pasar secara matang.
Angka perkiraan pendapatan tersebut dirancang relatif sama jika disandingkan langsung dengan raihan kinerja sepanjang tahun lalu.
Selain pendapatan manajemen juga menetapkan target margin laba sebelum bunga pajak depresiasi amortisasi atau EBITDA.
Angka margin keuntungan operasional dibidik mampu menyentuh posisi enam puluh sembilan koma empat puluh sembilan persen.
Manajemen emiten berupaya menjaga komitmen kinerja operasional lewat pengelolaan keuangan yang ketat dan penuh kehati hatian.
Langkah ini diambil untuk menjaga profil risiko rill perseroan di tengah ketidakpastian kondisi makro ekonomi global.
Pelaksanaan agenda pemaparan publik secara elektronik tersebut berlangsung resmi pada hari Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan berkala bursa ini dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB.
Seluruh jajaran direksi mengikuti jalannya rapat besar dari kantor pusat secara daring.
Pihak manajemen berinteraksi secara aktif bersama para pemodal melalui tautan khusus aplikasi video webinar. Pelaksanaan kegiatan ini mematuhi surat edaran resmi pengelola Bursa Efek Indonesiamengenai tata cara ekspos publik.
Direktur Aset dan Operasional Bambang Noegroho turut hadir memberikan penjelasan mendalam terkait kesiapan infrastruktur menara. Ia memastikan seluruh aset menara telekomunikasi dan jaringan kabel serat optik berada dalam kondisi prima.
“Pemeliharaan fasilitas berkala menjadi prioritas utama demi mencegah penurunan kualitas layanan digital,” ujarnya dalam dokumen tersebut.
Pihak perseroan mengonfirmasi kondisi liabilitas perusahaan berada pada posisi yang aman dari gejolak kurs mata uang asing. Manajemen menegaskan seluruh pendapatan usaha diperoleh secara rill dalam bentuk mata uang rupiah.
Pihak bursa mencatat perseroan tidak memiliki utang jangka panjang dalam mata uang asing.
Kebijakan keuangan tersebut membuat perseroan tidak memerlukan strategi lindung nilai atau kontrak hedging khusus. Risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dipastikan tidak memengaruhi neraca keuangan internal.
Direksi memfokuskan alokasi arus kas untuk mendukung ekspansi bisnis domestik.
Beban operasional untuk biaya listrik menara tercatat hanya menyerap porsi kecil dari total pengeluaran tahunan. Realisasi biaya listrik sepanjang tahun lalu berada pada kisaran angka Rp65 miliar.
Nilai pengeluaran itu setara dengan 5 persen dari keseluruhan pendapatan rill perusahaan.
Manajemen optimis fluktuasi tarif energi tidak akan menggangu pencapaian panduan keuangan tahun ini secara signifikan. Struktur biaya yang terkendali menjadi pondasi kuat bagi stabilitas operasional perseroan dalam jangka panjang.
Emiten infrastruktur ini terus memaksimalkan utilitas aset menara yang tersebar di berbagai daerah.
Rapat umum pemegang saham tahunan emiten ini juga membawa kabar gembira bagi para investor bursa.
Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai total senilai Rp118,04 miliar. Setiap pemilik saham akan menerima pembayaran dividen sebesar Rp30 per lembar.
Sisa perolehan laba bersih tahun lalu akan dialokasikan penuh sebagai dana cadangan laba ditahan bursa. Manajemen memanfaatkan cadangan modal tersebut untuk mendanai kelanjutan ekspansi jaringan akses internet rill di lapangan.
Langkah taktis ini dipercaya mampu memperkuat pangsa pasar perseroan.
Manajemen korporasi melebarkan sayap bisnis dengan masuk ke dalam sektor kecerdasan buatan secara bertahap. Langkah ekspansi rill tersebut diwujudkan lewat aksi akuisisi saham perusahaan teknologi informasi beberapa waktu lalu.
Penerapan sistem kecerdasan buatan difokuskan untuk memacu efisiensi operasional internal.
Kinerja portofolio layanan jaringan internet nirkabel bursa terus menunjukkan tren pertumbuhan titik koneksi yang positif. Saat ini perseroan telah mengoperasikan fasilitas layanan tersebut pada enam ribu dua ratus delapan puluh dua titik.
Manajemen berkomitmen tinggi mempercepat program digitalisasi nasional secara merata.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.