Lima emiten dari sektor konstruksi, pertambangan emas, agribisnis, asuransi, manufaktur perhiasan, hingga ritel akan memasuki fase cum date dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.
Artinya, besok menjadi hari terakhir bagi investor yang ingin membeli saham-saham tersebut agar tetap tercatat sebagai pemegang saham dan berhak menerima pembagian dividen tunai.
Dari seluruh emiten yang memasuki cum date, perhatian terbesar tertuju pada PT J Resources Asia Pasifik TbkEmiten tambang emas ini akan membagikan dividen dengan total nilai mencapai Rp2,778 triliun atau setara Rp105 per saham.
Besarnya nilai dividen tersebut membuat PSAB berpotensi menjadi salah satu saham yang paling aktif diperhatikan investor pada perdagangan besok.
Setelah cum date berakhir, saham akan memasuki fase ex dividen pada 12 Juni 2026, sementara pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026.
Selain PSAB, PT Hartadinata Abadi Tbkjuga menawarkan pembagian dividen yang menarik. Produsen perhiasan emas tersebut menyiapkan total dividen sebesar Rp184,21 miliar atau Rp40 per saham.
Dengan posisi sebagai salah satu pemain utama industri emas nasional, kebijakan dividen HRTA menjadi sinyal bahwa perusahaan masih mampu menjaga arus kas dan profitabilitas di tengah tingginya volatilitas harga logam mulia.
Investor yang ingin memperoleh dividen HRTA juga harus memiliki saham paling lambat pada perdagangan 11 Juni 2026. Jadwal ex dividen berlangsung pada 12 Juni, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 3 Juli 2026.
Sementara itu, PT FKS Multi Agro Tbkjuga masuk dalam daftar emiten yang memasuki cum date besok. Perseroan mengalokasikan dividen sebesar Rp67,2 miliar atau Rp14 per saham.
Meski nilai pembagiannya tidak sebesar PSAB maupun HRTA, kebijakan tersebut tetap menunjukkan komitmen perusahaan dalam membagikan sebagian laba kepada pemegang saham. Pembayaran dividen FISH dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026.
Dari sektor konstruksi, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbkjuga akan memasuki fase cum date. Emiten ini menetapkan total dividen sebesar Rp32,62 miliar atau Rp2 per saham.
Nominal dividen memang relatif kecil dibandingkan emiten lainnya, namun bagi investor jangka panjang, konsistensi pembagian dividen sering kali menjadi indikator kesehatan fundamental perusahaan.
Pembayaran dividen JKON dijadwalkan pada 3 Juli 2026 setelah melalui tahapan ex dividen pada 12 Juni dan cum dividen pasar tunai pada 15 Juni.
Sementara itu, PT Mega Perintis Tbkmenjadi emiten dengan jadwal pembayaran dividen paling cepat di antara daftar tersebut.
Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp10,44 miliar atau Rp12 per saham, dengan pembayaran dijadwalkan pada 26 Juni 2026.
Di sektor asuransi, PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbkjuga akan membagikan dividen sebesar Rp6,25 miliar atau sekitar Rp2,13 per saham. Jadwal pembayaran dividen MTWI akan berlangsung pada 3 Juli 2026.
Bagi investor, fase cum date selalu menjadi periode yang menarik karena sering memunculkan dua strategi yang berbeda.
Sebagian pelaku pasar membeli saham menjelang cum date untuk memperoleh hak dividen, kemudian menjualnya setelah memasuki fase ex dividen.
Di sisi lain, investor jangka panjang lebih fokus pada kualitas fundamental perusahaan dan menjadikan dividen sebagai tambahan imbal hasil tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi harga jangka pendek.
Namun perlu diingat, setelah memasuki ex dividen, harga saham secara teoritis akan mengalami penyesuaian sebesar nilai dividen yang dibagikan.
Oleh karena itu, keputusan membeli saham hanya karena mengejar dividen perlu mempertimbangkan prospek bisnis perusahaan serta potensi pergerakan harga setelah ex date.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.