Klaim Trump soal Perundingan AS-Iran Belum Terbukti, Nasib Selat Hormuz Masih MenggantungAKRA Catatkan Laba Naik 21 Persen 1H26, Harga Saham Ditarget ke 1,750
Rusia Masih Jadi Sumber Gangguan
Ketika pasar mulai mendapat sedikit kabar baik dari Timur Tengah, gangguan pasokan minyak dari Rusia justru belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
NORSI, kilang minyak terbesar keempat Rusia sekaligus produsen bensin terbesar kedua negara tersebut, menghentikan pengolahan minyak mentah pada Rabu setelah serangan drone Ukraina. Informasi tersebut disampaikan tiga sumber industri.
Situasi tersebut menambah daftar gangguan terhadap pasokan energi global yang muncul akibat perang Rusia dan Ukraina.
Dengan begitu, pasar minyak tidak hanya harus menghitung risiko dari Selat Hormuz, tetapi juga potensi gangguan dari infrastruktur energi Rusia.
Tekanan geopolitik bahkan berpotensi meningkat. Bloomberg News melaporkan Rusia sedang mempertimbangkan peningkatan serangan rudal balistik ke Kyiv, termasuk sasaran di pusat kota serta infrastruktur di wilayah lain Ukraina.
Laporan tersebut mengutip tiga orang yang dekat dengan Kremlin dan menyebut keputusan itu muncul setelah Rusia menilai upaya perundingan perdamaian menemui jalan buntu.
Di Washington, seorang senator Amerika Serikat yang mensponsori rancangan undang-undang mengenai sanksi luas terhadap Rusia juga menyatakan optimistis beleid tersebut dapat lolos di DPR AS pada bulan depan.
Senator tersebut menyebut sanksi itu akan menjadi “palu godam” terhadap upaya Presiden Rusia Vladimir Putin membiayai perang di Ukraina.
Jadi, kalau Selat Hormuz mulai memberikan kabar yang sedikit menenangkan, Rusia masih punya kartu geopolitik yang bisa membuat pasar energi kembali gelisah.
Harga minyak pun akhirnya berada di tengah tarik-menarik antara harapan normalisasi pasokan dan risiko gangguan baru.
Untuk sementara, pasar memilih sedikit menurunkan premi geopolitik. Namun dengan arus kapal di Hormuz yang belum pulih dan gangguan energi Rusia yang masih berlangsung, minyak belum benar-benar keluar dari zona rawan gejolak.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.