ASX 200 Australia Dibuka Naik, Pasar Bursa Asia Beragam

Pergerakan pasar berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta penantian investor terhadap pidato Chairman Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Indeks ASX 200 Australia dibuka naik 0,25 persen dan kemudian melanjutkan penguatan menjadi 0,36 persen ke level 9.070,90 pada pukul 08.15 WIB.

Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan dibuka melemah 1,16 persen. Pelemahan kemudian berkurang menjadi 0,85 persen ke 6.853,59. Sementara itu, Kosdaq dibuka relatif datar.

Di Jepang, Nikkei 225 dibuka menguat 0,19 persen dan kemudian naik 0,54 persen ke 66.490,57. Indeks Topix juga bergerak positif dengan kenaikan 0,39 persen.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.476, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.565,74.

Posisi kontrak berjangka tersebut menunjukkan perdagangan saham Hong Kong berpotensi dibuka lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Perbedaan arah tersebut menunjukkan perdagangan bursa Asia berlangsung tanpa kecenderungan yang seragam.

Investor mencermati perkembangan geopolitik, kebijakan moneter AS, serta pergerakan pasar global setelah Wall Street menguat pada perdagangan sebelumnya.

Amerika Serikat menyatakan tidak berminat menghidupkan kembali kesepakatan yang dicapai dengan Iran pada Juni lalu.

Presiden AS Donald Trump menegaskan Washington akan mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Teheran dan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang melakukan bisnis dengan Iran.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar karena dapat memengaruhi kondisi geopolitik dan harga komoditas, terutama energi.

Di sisi lain, investor menunggu pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Pasar akan mencermati sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve berikutnya.

Managing Director CIFC Asset Management Natalia Lojevsky mengatakan pelaku pasar masih memiliki pengalaman terbatas mengenai cara Warsh menyampaikan pandangannya.

Menurutnya, forum Jackson Hole dapat menjadi kesempatan bagi ketua The Fed untuk menjelaskan kerangka kepemimpinannya.

Pernyataan Warsh menjadi perhatian karena setiap penjelasan mengenai inflasi, pasar obligasi, pertumbuhan ekonomi, maupun suku bunga dapat menjadi acuan investor dalam membaca kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan.

IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways

Di pasar domestik, IHSG diperkirakan bergerak relatif mendatar pada perdagangan Jumat setelah mencatat penguatan signifikan pada sesi sebelumnya.

IHSG pada Kamismelonjak 1,81 persen ke level 6.521. Penguatan tersebut didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri dan membawa indeks kembali berada di atas sejumlah indikator teknikal penting.

Harga iShares MSCI Indonesia ETFdi New York Stock Exchange juga naik 1,20 persen menjadi USD12,64.

Pergerakan EIDO menjadi salah satu indikator eksternal yang dapat diperhatikan untuk melihat sentimen terhadap aset saham Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Secara teknikal, IHSG berhasil kembali berada di atas MA5 dan MA20. Histogram indikator Moving Average Convergence Divergencejuga masih berada di area positif.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah analis memperkirakan IHSG bergerak sideways dalam rentang 6.450–6.575.

Rentang tersebut menjadi area perdagangan yang perlu diperhatikan pada sesi Jumat.

Level 6.450 menjadi batas bawah dari proyeksi pergerakan jangka pendek, sementara 6.575 menjadi batas atas yang perlu ditembus apabila indeks ingin melanjutkan penguatan.

Analisis teknikal lainnya menempatkan IHSG dalam rentang yang lebih luas antara EMA50 di 6.325 dan EMA100 di 6.575.

Posisi tersebut menunjukkan indeks masih bergerak dalam area terbatas dan memiliki peluang bergerak menuju salah satu batas rentang tersebut.

Dengan demikian, level 6.575 menjadi area penting dari sisi teknikal. Apabila IHSG mampu bergerak melewati level tersebut, perhatian pasar akan beralih pada kemampuan indeks mempertahankan penguatan.

Sebaliknya, pergerakan menuju area EMA50 di 6.325 menunjukkan meningkatnya tekanan jual.

Risiko Sentimen Domestik

Selain faktor global, perkembangan politik dalam negeri menjadi perhatian khusus dalam perdagangan Jumat.

Analis Indo Premier menilai penguatan IHSG pada perdagangan Kamis didukung kondisi politik yang pada awalnya relatif tenang. Namun, setelah perdagangan berakhir, aksi massa kembali berlangsung dan bentrokan meluas.

Perkembangan tersebut menjadi risiko yang perlu diperhatikan karena sentimen domestik menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati perkembangan situasi dalam negeri bersamaan dengan sentimen eksternal.

Perubahan kondisi politik dapat memengaruhi sentimen pasar dan tingkat kehati-hatian investor dalam melakukan transaksi.

Fokus Investor Beralih ke Jackson Hole

Selain ketegangan AS-Iran dan perkembangan domestik, perhatian investor pada perdagangan Jumat juga tertuju pada kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pidato Kevin Warsh menjadi agenda utama karena pasar mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya. Investor juga mencermati bagaimana Federal Reserve merespons inflasi dan kenaikan imbal hasil US Treasury.

Sikap wait and see menjelang pidato tersebut dapat membatasi pergerakan sejumlah pasar saham Asia, termasuk IHSG. Investor juga akan memperhatikan reaksi pasar valuta asing dan obligasi setelah pernyataan Warsh disampaikan.

Dengan demikian, bursa Asia mengawali perdagangan Jumat dalam kondisi mixed. Australia dan Jepang bergerak menguat, sementara Korea Selatan mengalami tekanan dan kontrak berjangka Hang Seng berada di bawah penutupan sebelumnya.

Untuk IHSG, indeks diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.450–6.575 setelah melonjak 1,81 persen ke level 6.521 pada perdagangan Kamis.

Posisi di atas MA5 dan MA20 serta MACD yang masih positif menjadi faktor teknikal yang diperhatikan, sementara situasi politik domestik dan pidato Kevin Warsh menjadi faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi perdagangan hari ini.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.