Rosan Bocorkan Arah Baru Proyek Hilirisasi, Incar AI dan Teknologi Digital

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan perubahan tersebut mengikuti arah pergerakan modal investasi global. Investor kini tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan saat menentukan tujuan investasinya.

“Saat ini, investor mencari lebih dari itu, yaitu stabilitas, kepastian, kemitraan yang terpercaya, infrastruktur yang andal, tenaga kerja terampil, serta visi jangka panjang yang jelas,” katanya dalam acara Jakarta Investment Festival 2026, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Rosan, sektor yang menjadi perhatian investor mencakup infrastruktur digital, AI, energi bersih, dan manufaktur maju. Sektor mineral kritis juga tetap menjadi bagian dari arah investasi tersebut.

Pergeseran arah investasi ke sektor digital terkonfirmasi melalui lonjakan realisasi penanaman modal.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi pada sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi, yang menjadi tulang punggung infrastruktur digital, mencapai Rp85,6 triliun sepanjang semester I 2026.

Aliran modal ini sejalan dengan tren adopsi teknologi global, menyusul komitmen raksasa teknologi seperti Microsoft dan Nvidia yang mulai merealisasikan pembangunan pusat kecerdasan buatandan infrastruktur cloud di Indonesia sejak 2025.

Rosan mengatakan strategi hilirisasi Indonesia harus terus berkembang mengikuti perubahan ekonomi global. “Itulah sebabnya strategi hilirisasi kita terus berkembang.

Tahap berikutnya dari hilirisasi tidak hanya mengenai mineral dan pengolahan, tetapi juga mencakup infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang akan menentukan pertumbuhan di masa depan,” ucapnya.

Rosan menilai Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk mendapatkan manfaat dari perubahan arah investasi global. Menurutnya, Indonesia memiliki ekonomi besar yang terus berkembang serta sumber daya alam melimpah.

Indonesia juga memiliki pasar digital yang dinamis dan tenaga kerja muda yang memiliki semangat berinovasi. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan hilirisasi di sektor digital.

Kekuatan pasar digital Indonesia tergambar dalam laporan riset e-Conomy SEA yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company.

Berdasarkan laporan tersebut, nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Valueekonomi digital Indonesia diproyeksikan menyentuh angka USD110 miliar pada tahun 2025.

Guna menopang ekosistem digital yang terus membesar, Kementerian Komunikasi dan Digitalmencatat Indonesia membutuhkan pasokan 9 juta talenta digital terampil hingga tahun 2030.

Angka tersebut mengharuskan pencetakan rata-rata 600 ribu tenaga ahli bidang teknologi per tahun untuk memastikan transisi ekonomi berbasis komoditas beralih mulus menuju ekonomi berbasis teknologi.

Rosan kemudian menyoroti Jakarta yang dinilai memiliki peran sentral dalam pengembangan inovasi hilirisasi. Jakarta menjadi salah satu wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Kesiapan infrastruktur digital di Jakarta dan sekitarnya juga terus mengalami eskalasi.

Laporan Asosiasi Data Center Indonesiamencatat kapasitas daya pusat data di area Jabodetabek telah menembus 620 Megawattper akhir 2025, dan diproyeksikan melampaui 750 MW pada akhir 2026 guna menampung lonjakan pemrosesan data AI.

Secara makroekonomi, Badan Pusat StatistikProvinsi DKI Jakarta melaporkan sektor Informasi dan Komunikasi sepanjang semester I 2026 mampu tumbuh impresif sebesar 7,82 persen secara tahunan, menyumbang nilai tambah hingga Rp85,4 triliun bagi perekonomian ibu kota.

Karena itu, Jakarta didorong mengembangkan hilirisasi yang berbasis sektor digital. “Peluangnya sangat besar.

Saya rasa sebelumnya Gubernur sudah menyampaikan berbagai peluang yang ada di Jakarta. Sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, tentunya kami ingin melihat implementasi dari berbagai peluang tersebut,” jelasnya.

Penyelenggaraan Jakarta Investment Festivalmenjadi instrumen utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menawarkan puluhan proyek strategis kepada investor global.

Merujuk pada data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu PintuDKI Jakarta, target realisasi investasi ibu kota secara konsisten ditetapkan di atas Rp190 triliun per tahun.

Rangkaian proyek yang ditawarkan dalam forum investasi tersebut mencakup integrasi infrastruktur transportasi publik, pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD), hingga penyediaan fasilitas pusat inovasi teknologi dan keberlanjutan lingkungan.

Rosan memastikan Danantara akan terus mendukung percepatan hilirisasi proyek-proyek tersebut. Sebagai lembaga pengelola investasi strategis superholding baru Indonesia, Danantara disiapkan untuk mengelola aset berskala besar.

Pembentukan Danantara ditujukan untuk mengkonsolidasikan kekayaan negara, yang tahap awalnya menggabungkan aset dari Indonesia Investment Authorityserta tujuh Badan Usaha Milik Negarapenyumbang dividen terbesar

Dukungan juga akan diberikan melalui fasilitasi terhadap berbagai peluang investasi yang tersedia.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.