Secara akumulatif, investor domestik mendominasi aktivitas pasar reguler sepekan dengan porsi nilai transaksi mencapai 71,72 persen (pembelian Rp40,25 triliun dan penjualan Rp38,94 triliun), sementara investor asing menyumbang porsi 28,28 persen.
Dari segi volume, partisipasi domestik menembus 83,98 persen (beli 104,65 miliar saham dan jual 102,36 miliar saham) berbanding asing 16,02 persen (beli 18,61 miliar saham dan jual 20,89 miliar saham).
Dari sudut pandang frekuensi, investor domestik mencatatkan porsi 85,01 persen (7,64 juta kali beli dan 7,13 juta kali jual), sedangkan frekuensi investor asing berada di level 14,99 persen (1,05 juta kali beli dan 1,56 juta kali jual).
Aksi pelepasan portofolio oleh investor asing tersebut berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan
Pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG terkoreksi tipis 3,63 poinke posisi 6.518,12, setelah sempat bergerak di rentang terendah6.495,74 dan tertinggi6.566,91.
Perdagangan hari itu mencatatkan volume 27,5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,35 triliun dan frekuensi 2,01 juta kali.
Gelombang lepas saham oleh pemodal asing ini linier dengan pergerakan lima sekuritas dengan nilai transaksi terbesardi pasar reguler.
Tiga dari lima top broker tercatat mengantongi nilai jual bersih, sedangkan dua broker lainnya membukukan aksi beli bersih
Broker asing UBS Sekuritas Indonesiamencatatkan nilai lepas saham bersih tertinggi di antara sekuritas papan atas.
Dengan total nilai transaksimencapai Rp11,5 triliun, UBS Sekuritas melepaskan saham dengan nilai penjualansebesar Rp6,0 triliun, melampaui nilai pembeliansebesar Rp5,6 triliun.
Alhasil, sekuritas ini mencatatkan net sell Rp368,7 miliar, dengan total volume transaksi 16,5 miliar saham dan frekuensi 1,1 juta kali.
Tekanan jual berlanjut pada sekuritas milik BUMN, Mandiri Sekuritas, yang mengantongi net sell sebesar Rp135,9 miliar.
Mandiri Sekuritas membukukan total nilai transaksi Rp11,4 triliun, yang berasal dari sell value Rp5,8 triliun dan buy value Rp5,6 triliun.
Volume perdagangan sekuritas ini mencapai 21,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,5 juta kali.
Sebaliknya, aksi penyerapan saham oleh investor ritel domestik menahan tekanan pelemahan bursa. Stockbit Sekuritas Digitalmencatatkan total nilai transaksi terbesar sepekan hingga Rp17,5 triliun.
Sekuritas ritel berbasis digital ini membukukan buy value Rp8,9 triliun dan sell value Rp8,6 triliun, sehingga mengantongi net buy sebesar Rp275,3 miliar.
Stockbit memimpin volume perdagangan terbanyak mencapai 58,8 miliar saham dengan frekuensi tertinggi sebesar 5,6 juta kali.
Sementara itu, Maybank Sekuritas Indonesiamenjadi sekuritas pencetak net buy terbesar sepekan senilai Rp298,1 miliar.
Dari total transaksi Rp5,8 triliun, Maybank Sekuritas mencatatkan buy value Rp3,1 triliun berbanding sell value Rp2,8 triliun, dengan volume perdagangan 6,7 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 462,1 ribu kali.
Bagaimana Peta Transaksi Lima Top Broker Sepekan?
Aksi jual yang mendominasi jajaran broker papan atas mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons tekanan arus modal keluar asing dari pasar modal domestik selama rentang 24 hingga 28 Agustus 2026.
Dinamika historis pergerakan harian menunjukkan bahwa arus modal keluar asing bergerak konsisten menekan pasar sejak awal pekan. Pada Senin, 24 Agustus 2026, IHSG dibuka di level 6.544,00 dan ditutup melemah 24,02 poinke posisi 6.501,67.
Nilai transaksi harian mencapai Rp13,25 triliun dengan volume 313,02 juta saham dan frekuensi 2,19 juta kali.
Pada perdagangan perdana pekan tersebut, investor asing langsung mencatatkan net sell senilai Rp556,22 miliar, yang berasal dari foreign buy Rp3,45 triliun dan foreign sell Rp4,01 triliun, di tengah pergerakan indeks di rentang terendah 6.474,57 hingga tertinggi 6.551,00.
Koreksi IHSG semakin tajam pada Rabu, 26 Agustus 2026, di mana indeks anjlok 95,98 poinke posisi 6.405,69.
Perdagangan hari itu mencatatkan aktivitas tertinggi sepekan dengan nilai transaksi Rp15,60 triliun, volume 348,81 juta saham, dan frekuensi 2,51 juta kali.
Tekanan modal asing terus berlanjut dengan pembukuan net foreign sell senilai Rp201,10 miliar, hasil dari foreign buy Rp4,32 triliun berbanding foreign sell Rp4,53 triliun.
Pada hari tersebut, indeks bergerak dari titik pembukaan 6.507,14, menyentuh puncak 6.532,17, sebelum ditutup pada level terendahnya di 6.405,69.
Pasar sempat menguji zona hijau pada Kamis, 27 Agustus 2026, ketika IHSG melesat 116,06 poinke posisi 6.521,75.
Setelah dibuka di level 6.390,35 dan menyentuh dasar 6.376,65, indeks merangkak naik hingga menyentuh level tertinggi sepekan di 6.521,75.
Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp12,01 triliun dengan volume 295,73 juta saham dan frekuensi 1,97 juta kali.
Kendati IHSG menguat signifikan, investor asing tetap mencatatkan net sell tipis senilai Rp113,45 miliar (foreign buy Rp3,37 triliun dan foreign sell Rp3,48 triliun).
Pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, pemodal asing kembali melakukan aksi lepas saham dengan membukukan net sell harian sebesar Rp442,38 miliar (foreign buy Rp3,81 triliun dan foreign sell Rp4,25 triliun).
Aksi jual di akhir pekan ini menahan pergerakan IHSG yang dibuka di posisi 6.535,72, sehingga indeks terpangkas 0,06 persen ke level 6.518,12 dan menutup rangkaian perdagangan sepekan dalam tekanan akumulasi pelepasan modal asing.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.