Bertahan di Atas Support, Begini Arah Pergerakan Saham TINS SelanjutnyaPeminat TINS Melonjak, Jumlah Investor Tembus 41 Ribu SID Per Juli 2026
Target harga rata-rata berada di Rp4.897, dengan target tertinggi Rp5.700 dan terendah Rp4.190.
Jika dibandingkan dengan harga TINS Rp4.070, target rata-rata tersebut berada sekitar 20 persen di atas harga pasar. Namun, angka tersebut merupakan target analis dan bukan jaminan pergerakan harga.
Konsensus juga memperkirakan pendapatan TINS 2026 sebesar Rp22,07 triliun dan laba bersih Rp4,49 triliun. Angka ini berbeda dari proyeksi Indo Premier yang masing-masing sebesar Rp20,11 triliun dan Rp5,03 triliun.
Perbedaan tersebut menunjukkan terdapat variasi asumsi di antara analis.
Orderbook Masih Menunjukkan Permintaan
Pada orderbook sekitar pukul 15.24 WIB, antrean bid yang terlihat mencapai 123.210 lot, sementara antrean offer sekitar 115.359 lot. Dengan demikian, sisi bid terlihat sedikit lebih tebal daripada sisi offer.
Bid terbesar terlihat pada Rp4.000 sebanyak 13.541 lot, disusul Rp4.060 sebanyak 11.267 lot dan Rp3.980 sebanyak 8.183 lot.
Di sisi offer, antrean terbesar berada di Rp4.100 sebanyak 11.663 lot, Rp4.150 sebesar 13.339 lot, dan Rp4.080 sebanyak 4.809 lot.
Artinya, area Rp4.000 menjadi salah satu lapisan permintaan yang terlihat cukup besar, sementara Rp4.100–Rp4.150 menjadi area suplai terdekat.
Jika Rp4.100 berhasil dilewati dan antrean jual terserap, perhatian berikutnya berada di sekitar target-target teknikal yang lebih tinggi.
Sebaliknya, apabila harga kembali turun di bawah Rp4.000, tekanan jual dapat kembali menguji area Rp3.980 dan Rp3.950.
Teknikal TINS Masih Mendukung
Dari sisi teknikal, data yang tersedia menunjukkan struktur TINS masih positif. Harga Rp4.070 berada di atas rata-rata harga transaksi hari itu sebesar Rp4.040.
Lebih penting lagi, target analis rata-rata Rp4.897 masih berada di atas harga pasar. Target terendah Rp4.190 juga hanya sekitar Rp120 di atas posisi Rp4.070.
Secara keseluruhan, yang sedang terjadi pada TINS adalah perubahan fundamental yang semakin kuat seiring kenaikan harga timah dan peningkatan pangsa pasar perusahaan.
Proyeksi laba 2026 meningkat tajam, sementara estimasi laba 2027–2028 tetap berada di atas Rp5 triliun.
Pada perdagangan hari ini, kenaikan harga TINS masih relatif terbatas sebesar 0,99 persen. Orderbook menunjukkan bid sedikit lebih besar daripada offer, tetapi area Rp4.100–Rp4.150 masih menjadi zona suplai terdekat.
Dengan demikian, perkembangan harga timah, realisasi volume produksi, cash cost, serta kemampuan harga TINS melewati area resistance akan menjadi faktor penting untuk membaca kelanjutan pergerakannya.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.