Pada pembukaan pasar pukul 09.00 WIB, IHSG bergerak terkoreksi 12,39 poin atau 0,19 persen ke level 6.505,73.
Indeks sempat dibuka pada level 6.511,11 dan menyentuh level tertinggi harian di 6.513,58 serta level terendah sementara di 6.504,86.
Total transaksi pasar di awal perdagangan ini mencatatkan volume 6,65 juta lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp347,22 miliar dan frekuensi sebanyak 68.350 kali.
Pergerakan sektoral di bursa pada pagi hari ini cenderung bervariasi.
Sektor barang bakumemimpin penurunan dengan melemah 1,09 persen, diikuti oleh sektor keuanganyang merosot 0,23 persen, sektor konsumen siklikalturun 0,11 persen, sektor kesehatanterkikis 0,04 persen, dan sektor infrastrukturmelorot tipis 0,01 persen.
Sebaliknya, penguatan dipimpin oleh sektor perindustrianyang melonjak 0,76 persen, disusul sektor energimenguat 0,49 persen, dan sektor propertinaik 0,43 persen.
Sektor teknologiterkerek 0,17 persen, sektor transportasitumbuh 0,14 persen, serta sektor konsumen non-siklikalterangkat 0,12 persen.
Sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainer pada perdagangan pagi ini. Emiten sektor energi, PT Indo Oil Perkasa Tbk, meroket 16,81 persen ke level Rp264.
Selanjutnya emiten sektor industri tekstil, PT Sunson Textile Manufacture Tbk, melonjak 16,67 persen ke level Rp560. Emiten sektor teknologi kabel, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk, terangkat 12,40 persen ke posisi Rp290.
Kemudian emiten sektor konsumen non-siklikal, PT Multisarana Intan Eduka Tbk, menguat 9,52 persen ke level Rp115. Diikuti emiten sektor properti, PT DMS Propertindo Tbk, yang naik 9,32 persen ke level Rp176.
Sementara itu, jajaran top loser diisi oleh emiten yang mengalami tekanan jual cukup berat. Emiten sektor media, PT Tempo Inti Media Tbk, terperosok hingga 14,81 persen ke level Rp184.
Emiten sektor properti, PT Bekasi Asri Pemula Tbk, merosot 5,75 persen ke posisi Rp164. Emiten sektor energi dan pertambangan emas, PT Archi Indonesia Tbk, melemah 4,68 persen ke level Rp1.325.
Emiten sektor transportasi pelayaran, PT Sillo Maritime Perdana Tbk, tergerus 4,45 persen ke level Rp2.360. Serta emiten sektor barang baku kimia, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk, terkoreksi 4,29 persen ke posisi Rp67.
Analis Ungkap Deretan Sentimen Penopang di September
Indeks Harga Saham Gabunganmenguat 4,52 persen sepanjang Agustus 2026 dan ditutup di level 6.518 pada akhir perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026.
Penguatan tersebut melanjutkan tren pemulihan IHSG setelah sebelumnya terkoreksi hingga level 5.317 pada Juni 2026.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, mengatakan penguatan selama dua bulan berturut-turut menunjukkan kembali terbentuknya buying bias dan semakin solidnya momentum pemulihan indeks.
“Dari sisi domestik, kepastian proses suksesi Gubernur Bank Indonesia turut mengurangi salah satu sumber ketidakpastian pasar,” ujar Hari dalam keterangan tertulisnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Kepastian tersebut menyusul persetujuan Komisi XI DPR terhadap Destry Damayanti untuk menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia. Penetapan melalui rapat paripurna dijadwalkan pada 1 September 2026.
Di sisi moneter, Bank Indonesia kembali mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Kebijakan tersebut dilakukan dengan fokus menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas global dan ketidakpastian geopolitik.
Dari sisi global, arah kebijakan The Federal Reserve menjadi salah satu faktor yang masih diperhatikan pasar.
Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole menunjukkan nada yang cenderung hawkish, sementara inflasi personal consumption expendituresmasih berada di 3,7 persen secara tahunan atau year-on-year, jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebijakan suku bunga bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer. Dampaknya, aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, berpotensi tertekan.
“Di sisi lain, aksi unjuk rasa domestik yang sempat memicu koreksi IHSG sebesar 1,48 persen pada 26 Agustus berhasil diredam oleh rebound 1,81 persen pada 27 Agustus.
Ini mengindikasikan bahwa political risk mulai lebih banyak diantisipasi pasar,” kata Hari.
Hari menilai prospek IHSG memasuki September 2026 masih relatif konstruktif.
Kondisi tersebut ditopang pemulihan ekonomi domestik, kepastian proses suksesi Gubernur BI, stabilitas kebijakan moneter, serta fundamental emiten yang masih resilien.
“IHSG juga telah mencatat back-to-back rally dengan penguatan 4,52 persen MoM sepanjang Agustus, memperkuat struktur uptrend jangka panjang,” katanya.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko yang berasal dari kebijakan The Fed yang lebih hawkish, potensi tekanan foreign flow, rebalancing indeks global, serta seasonality September yang secara historis cenderung lebih rentan terhadap koreksi.
Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam fase recovery dan telah menembus resistance 6.454. Level tersebut kini berpotensi menjadi support jangka pendek.
Resistance berikutnya berada di level 6.537, yang bertepatan dengan Fibonacci retracement 0,5.
Apabila IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju 6.822 sebagai Fibonacci retracement 0,618 semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila indeks gagal mempertahankan support 6.454, IHSG berpotensi kembali menguji level 6.243 yang merupakan area EMA50 sekaligus support kunci berikutnya.
Secara keseluruhan, outlook IHSG untuk September berada pada posisi Neutral to Bullish. Struktur teknikal masih konstruktif selama support 6.454 mampu dipertahankan.
Namun, kombinasi seasonality September, ketidakpastian arah kebijakan The Fed, serta potensi volatilitas akibat rebalancing MSCI dan FTSE Russell membuat investor tetap perlu mengantisipasi potensi aksi ambil untung dalam jangka pendek.
“Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah akumulasi bertahap pada saham-saham dengan fundamental dan earnings growth yang solid, sembari menunggu konfirmasi breakout IHSG di atas area 6.537–6.551.
Jika breakout tersebut terkonfirmasi, peluang melanjutkan recovery menuju 6.822 akan semakin terbuka,” kata Hari.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.