Kinerja Mengkilap ADRO Semester I 2026, Pendapatan dan Laba Kompak MelesatDiversifikasi Jalan di Tempat, ESI: Perusahaan Tambang RI Masih Bergantung pada Batu Bara
Ketika asap karhutla bertemu emisi pembangkit, masyarakat berpotensi menerima paparan polutan dari dua sumber sekaligus.
Salah satu perhatian utamanya adalah partikel PM2,5 yang berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Menurut Wicaksono, bercampurnya emisi dari cerobong PLTU dengan asap karhutla tentu berisiko tinggi terhadap kesehatan karena konsentrasi PM2,5 dapat menjadi sangat tinggi.
Beban persoalan tersebut juga terlihat dari arah belanja energi negara. Anggaran ketahanan energi pada 2026 disebut mencapai Rp402,4 triliun.
Namun, alokasi untuk pengembangan energi terbarukan hanya sekitar Rp37,5 triliun atau kurang dari 10 persen dari angka tersebut.
Pada saat yang sama, subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp318,9 triliun. Besarnya anggaran ini menunjukkan bahwa energi fosil masih menyerap porsi besar dukungan fiskal pemerintah.
Kondisi tersebut membuat perdebatan mengenai transisi energi tidak cukup berhenti pada target penambahan kapasitas pembangkit terbarukan.
Pertanyaannya juga menyangkut ke mana uang negara diarahkan dan apakah biaya kesehatan serta kerusakan ekologis akibat energi fosil ikut diperhitungkan dalam menentukan pilihan energi.
Wicaksono mendesak pemerintah mengubah arah pembiayaan energi dengan memperbesar dukungan terhadap energi terbarukan.
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan bukan hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga menekan risiko pencemaran terhadap masyarakat.
“Sudah saatnya pemerintah mendorong transisi energi yang berkeadilan dengan mengalihkan pembiayaan kepada energi terbarukan yang ramah lingkungan dan minim polusi sebagai bentuk mitigasi untuk mencegah memburuknya kesehatan masyarakat di Kalimantan Selatan,” kata Wicaksono.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.