BBTN Bukukan Laba Bersih Rp2,4 Triliun, Catatan NPL TurunINCO Masih Lemah, Target 7.404 Hanya Mimpi?
Untuk sisi atas, resistance klasik berada di Rp1.264, kemudian Rp1.287 dan Rp1.324. Metode Fibonacci menempatkan resistance pertama di Rp1.250, disusul Rp1.264 dan Rp1.287.
Sementara metode Camarilla memberikan resistance yang lebih dekat, yakni Rp1.246, Rp1.251, dan Rp1.256.
Dengan harga terakhir Rp1.230, area Rp1.246-Rp1.264 menjadi zona yang perlu dilewati untuk melihat penguatan lebih lanjut berdasarkan level-level pivot tersebut.
Di sisi bawah, pivot klasik berada di Rp1.227, sedangkan level support berikutnya pada metode klasik berada di Rp1.204 dan Rp1.167. Metode Camarilla menempatkan area bawah di sekitar Rp1.224 dan Rp1.229.
Dengan demikian, Rp1.227-Rp1.230 menjadi area penentu terdekat. Jika bertahan, perhatian teknikal berikutnya berada di Rp1.246-Rp1.264.
Sebaliknya, jika tekanan meningkat dan area tersebut gagal dipertahankan, support Rp1.204 menjadi level berikutnya yang terlihat dari perhitungan pivot.
Apakah September Akan Ceria?
Untuk saat ini, data teknikal belum menunjukkan sinyal yang cukup seragam untuk menyebut September akan langsung menjadi bulan penguatan BBTN.
Ada sejumlah indikator yang mendukung pemulihan, terutama posisi harga yang masih berada di atas SMA5 dan SMA20 serta sinyal beli dari ADX, ROC, dan Bull/Bear Power.
Namun, RSI masih netral, sementara MACD, Stochastic, Stochastic RSI, Williams %R dan sebagian besar moving average jangka menengah-panjang masih memberikan tekanan.
Di sisi fundamental-korporasi, perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada RUPSLB 4 September, khususnya agenda perubahan susunan pengurus.
Manajemen sebelumnya menyebut usulan perubahan pengurus berasal dari Danantara, sementara nama dan posisi pengurus yang berubah masih menunggu keputusan.
Setelah itu, Public Expose 10 September akan menjadi agenda berikutnya untuk mencermati pemaparan kinerja perseroan.
Dengan posisi teknikal saat ini, September baru akan menunjukkan arah yang lebih jelas apabila BBTN mampu melewati resistance Rp1.246-Rp1.264 atau justru kembali turun menembus area Rp1.227-Rp1.204.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.