Investasi EBT Masih Landai, Kapasitas Terpasang RI Baru 16,32 GWBunga Murah tak Cukup, METI Minta Kepastian Regulasi untuk Biayai Proyek EBT
Warsh juga menegaskan The Fed tidak ingin terlalu bergantung pada forward guidance. Artinya, pasar diminta lebih banyak membaca kondisi ekonomi aktual ketimbang sekadar menunggu kode-kode dari bank sentral mengenai kebijakan berikutnya.
Situasi tersebut berpotensi membuat pergerakan Bitcoin semakin sensitif terhadap setiap data ekonomi Amerika Serikat sepanjang September.
“September kemungkinan menjadi bulan yang jauh lebih data-driven. Pasar akan sangat sensitif terhadap angka tenaga kerja dan inflasi AS.
Jika data menunjukkan ekonomi mulai mendingin tanpa inflasi kembali melonjak, ruang bagi aset berisiko untuk kembali menguat akan terbuka.
Sebaliknya, inflasi yang tetap tinggi dapat memperpanjang tekanan terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya,” jelas Yudho.
Untuk sementara, area USD80.000–USD81.000 masih menjadi wilayah yang menentukan nasib Bitcoin. Jika mampu ditembus sekaligus dipertahankan, momentum kenaikan berpeluang kembali mendapatkan tenaga.
Sebaliknya, selama Bitcoin belum mampu bertahan di atas USD80.000, pasar kemungkinan masih bergerak dalam fase konsolidasi sembari menunggu data ekonomi dan keputusan The Fed.
Arus dana ETF pun menjadi variabel yang tak kalah penting. Jika uang institusional kembali masuk ketika Bitcoin berada di sekitar USD77.000–USD80.000, koreksi dapat dibaca sebagai kesempatan akumulasi.
Namun, jika arus keluar terus berlanjut, cerita bullish sepanjang Agustus bisa mulai kehilangan pendukungnya.
Yudho mengingatkan investor agar tidak menjadikan satu angka harga sebagai satu-satunya dasar mengambil keputusan.
“Untuk beberapa minggu ke depan, pertanyaannya bukan sekadar apakah Bitcoin bisa kembali ke USD80.000. Yang lebih penting adalah apakah USD80.000 nantinya dapat berubah dari resistance menjadi support.
Kalau itu terjadi bersamaan dengan arus institusional yang kuat dan kondisi makro yang lebih kondusif, struktur pasar untuk kuartal berikutnya akan menjadi jauh lebih menarik,” pungkas Yudho.
Dengan demikian, September bukan sekadar bulan berikutnya dalam kalender perdagangan Bitcoin.
Bulan ini akan menjadi arena pembuktian apakah reli sepanjang Agustus benar-benar menandai babak baru atau hanya reli sementara sebelum pasar kembali dibuat deg-degan oleh inflasi, tenaga kerja, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.