Merah di Akhir Pekan, Big Banks Tetap Tersenyum: Raup Cuan di Atas 3 Persen

Bank MandiriSiapkan Rp6,16 Triliun untuk Dividen Interim 2026, Cek BesarannyaPolisi Didesak Buka Rekening Mandiri Koordinator AMPB, Saham BMRI Masih Merah

BBCA mengawali pekan di Rp6.475 dan berakhir di Rp6.700. Secara nominal, saham bertambah Rp225 atau sekitar 3,47 persen.

Pergerakan BBCA juga sempat menguat cukup kuat. Pada Selasa saham naik 1,93 persen ke Rp6.600.

Rabu bertambah 1,14 persen menjadi Rp6.675 dan Kamis kembali naik 1,50 persen ke Rp6.775.

Namun, BBCA kemudian mengalami koreksi paling dalam di antara tiga bank pada Jumat. Saham turun 1,11 persen atau Rp75 ke Rp6.700.

Secara intraday, BBCA menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 1,11 persen, dibandingkan BMRI 0,90 persen dan BBRI 0,59 persen.

Namun, dalam lima hari perdagangan, BBCA juga berada di posisi terakhir karena hanya naik 3,47 persen, sementara BMRI naik 4,49 persen dan BBRI 4,31 persen.

Koreksi pada Jumat lebih tepat disebut sebagai penurunan setelah reli sepanjang pekan. Sebab, ketiga saham masih berada di atas posisi penutupan 31 Agustus.

Secara pasar, koreksi IHSG pada Jumat juga terjadi ketika investor melakukan aksi ambil untung menjelang akhir pekan. IHSG masih mencatat penguatan sekitar 1,58 persen secara mingguan meski berakhir turun 0,47 persen pada Jumat.

Sebelumnya, saham perbankan memang menjadi salah satu penopang penguatan IHSG sepanjang pekan.

Data perdagangan menunjukkan investor asing juga melakukan pembelian bersih pada sejumlah saham bank besar, termasuk BBRI dan BBCA, ketika IHSG menguat pada awal September.

Jadi, BBCA paling terpukul pada perdagangan Jumat sekaligus mencatat kenaikan mingguan paling kecil di antara BMRI dan BBRI.

Sebaliknya, BMRI menjadi pemimpin kenaikan mingguan, sementara BBRI berada di posisi kedua dengan akumulasi net foreign buy terbesar dari data yang tersedia.

Koreksi ketiga saham pada Jumat juga tidak menghapus penguatan pekanannya. Perdagangan terakhir pekan hanya mengurangi sebagian kenaikan yang telah terbentuk sejak awal September.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.