Data Center Jadi Primadona Baru IHSG, Kapasitasnya Diprediksi Tembus 11 GW!

Krisis Iklim Menggila, Banyak Emiten Bank Masih Alirkan Triliunan Kredit ke Sektor Batu BaraInvestasi EBT Masih Landai, Kapasitas Terpasang RI Baru 16,32 GW

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari pengembangan platform komputasi AI bernama Zankore. Kapasitasnya bahkan ditargetkan meningkat hingga 1 GW pada 2029.

Di sini terlihat perubahan karakter kebutuhan data center. Infrastruktur digital tidak lagi hanya dibangun untuk menyimpan data atau menjalankan layanan komputasi umum.

Pusat data semakin diarahkan untuk memenuhi kebutuhan high-performance computing yang menjadi fondasi pengembangan AI.

Dengan demikian, pertumbuhan AI berpotensi menciptakan permintaan baru terhadap kapasitas data center dalam skala yang lebih besar.

Ekspansi juga datang dari pemain internasional. Pada Juni 2026, perusahaan infrastruktur AI asal Australia, Firmus Technologies Pty.

Ltd., bersama perusahaan data center Singapura, DayOne, mengumumkan rencana pengembangan fasilitas Nvidia DSX AI Factory berkapasitas 360 MW di Batam.

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari kerja sama selama delapan tahun dengan Nvidia dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.

Sementara itu, perusahaan AI cloud asal Amerika Serikat, CoreWeave Inc., pada Agustus 2026 mengumumkan rencana pembangunan tiga data center baru di Indonesia dengan total kapasitas 360 MW. Fasilitas tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada 2028.

Jika seluruh proyek tersebut berjalan sesuai rencana, Indonesia bukan hanya menjadi pasar pengguna teknologi AI. Indonesia juga berpotensi menjadi salah satu lokasi infrastruktur komputasi yang menopang perkembangan AI di kawasan.

Di sinilah cerita data center menjadi relevan bagi investor. Pembangunan pusat data membutuhkan modal besar dan menciptakan permintaan bagi berbagai lapisan industri.

Operator data center berada di ujung utama rantai tersebut, tetapi kebutuhan infrastrukturnya merembet ke telekomunikasi, konstruksi, kelistrikan, pendingin, jaringan, hingga penyedia perangkat teknologi.

Stockbit menilai perkembangan tersebut mulai tercermin dalam narasi perdagangan saham di IHSG selama sebulan terakhir.

Sentimen positif terhadap data center play kemudian berpotensi mengalir kepada emiten-emiten yang memiliki keterkaitan dengan rantai nilai industri tersebut.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.