Saham UDNG memimpin jajaran saham paling terpuruk dengan mencatatkan penurunan imbal hasil mencapai 38,49 persen dalam kurun satu minggu perdagangan, hingga parkir di level Rp975 per lembar.
Tekanan jual intensif yang melanda saham UDNG tersebut secara drastis memangkas nilai kapitalisasi pasarnya menjadi Rp1,71 triliun.
Penurunan tajam dalam sepekan ini sekaligus mempertegas tren pelemahan harga saham perseroan yang tercatat telah tergerus sebesar 81,25 persen sejak awal tahun
Pelemahan beruntun juga dialami oleh saham RGAS yang mengekor ketat di posisi kedua.
Saham emiten ini terperosok 38,14 persen dalam kurun waktu satu pekan hingga ditutup pada level Rp120 per lembar, dengan nilai kapitalisasi pasar yang tersisa sebesar Rp175,11 miliar.
Koreksi dalam sepekan ini membalikkan kinerja jangka pendeknya meski pergerakan harga bulanan masih sempat mencatatkan koreksi tajam 50,41 persen.
Di posisi ketiga, saham FUJI membukukan penurunan imbal hasil mingguan sebesar 26,06 persen dan tertahan di level Rp244 per lembar.
Merosotnya harga saham FUJI secara berturut-turut ini memangkas nilai kapitalisasi pasarnya di bursa hingga berada di posisi Rp317,20 miliar.
Aksi pelepasan portofolio oleh para investor di pasar modal harian maupun mingguan turut menekan pergerakan saham BIKE yang terkoreksi 21,76 persen ke posisi Rp755 per lembar.
Saham BIKE mencatatkan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp976,91 miliar, di mana penurunan sepekan terakhir ini menahan laju positif pergerakan harganya yang sempat menguat pada tingkat bulanan.
Selanjutnya, saham TMPO berada di urutan kelima dalam daftar saham paling terkoreksi setelah melorot 21,30 persen dalam sepekan ke level Rp170 per lembar.
Saham ini kini mengantongi nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp179,92 miliar, merespons aksi ambil untung investor setelah harganya sempat menguat pada periode tiga bulanan.
Capaian Poin Pelemahan Sepuluh Besar Saham Terperosok
Saham BAPA menempati urutan keenam dengan penurunan harga sepekan sebesar 21,26 persen ke level Rp137 per lembar.
Pelemahan ini makin memperberat tren pergerakan harganya yang tertekan di zona merah, sehingga nilai kapitalisasi pasar emiten ini tersisa berada di level Rp90,66 miliar.
Di posisi ketujuh, saham AGAR mencatatkan koreksi mingguan sebesar 18,78 persen dan ditutup pada posisi Rp1.470 per lembar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,47 triliun.
Meskipun tertekan pada kurun sepekan terakhir, saham AGAR secara historis masih mengantongi lonjakan harga signifikan secara tahun berjalan.
Tiga posisi terakhir dalam daftar sepuluh saham top losers mingguan berturut-turut diisi oleh saham AMMS, DWGL, dan LOPI.
Saham AMMS melorot 16,26 persen dalam sepekan ke level Rp206 per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar Rp254,47 miliar.
Sementara itu, saham DWGL tergerus 15,65 persen ke posisi Rp248 per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp2,29 triliun.
Melengkapi daftar sepuluh besar saham terperosok, saham LOPI membukukan penurunan 14,29 persen ke level Rp66 per lembar, yang menempatkan nilai kapitalisasi pasarnya berada di angka Rp72,60 miliar.
Daya Dorong Perdagangan Sepekan BEI
Pelemahan deretan saham top losers tersebut terjadi di tengah pergerakan agregat aktivitas perdagangan di BEI selama sepekan periode 31 Agustus hingga 4 September 2026 yang secara umum masih ditutup menguat.
Data bursa mencatat Indeks Harga Saham Gabunganbergerak di zona positif dengan mengalami peningkatan 1,82 persen, ditutup pada level 6.636,475 dari posisi 6.518,121 pada pekan sebelumnya.
P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menyampaikan bahwa indikator transaksi harian di pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.
Rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 35,9 persen dibanding kurun waktu sebelumnya.
“Menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Aulia Noviana Utami Putri dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan volume perdagangan tersebut juga diikuti peningkatan pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 25,75 persen menjadi Rp19,22 triliun, dibanding pekan sebelumnya yang senilai Rp15,29 triliun.
Selain itu, frekuensi transaksi harian bursa turut meningkat 10,93 persen menjadi 2,39 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar BEI secara keseluruhan pun menanjak 1,47 persen menjadi Rp11.599 triliun.
Meski demikian, aksi lepas portofolio oleh pemodal asing dilaporkan masih terus berlanjut.
BEI mencatat nilai jual bersihinvestor asing pada pekan ini mencapai Rp29,76 miliar, sehingga akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan 2026 membengkak menjadi Rp68,05 triliun.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.