Chef Juna Jabat Komisaris, Angin Segar untuk LUCY?
Pada perdagangan hari ini, Nafan memprediksi IHSG cenderung akan bergerak variatif, namun tidak menutup kemungkinan terhadap potensi rebound.
Adapun Nafan menetapkan support IHSG hari ini berada di kisaran level 6.453 dan 6.353. Sementara area resistance ada di angka 6.552 dan 6.695.
Untuk pasar Indonesia, Nafan mengimbau agar investor sebaiknya memperhatikan pada tiga variabel utama yakni harga minyak dunia, arah yield US Treasury dan dolar AS, serta respons kebijakan Pemerintah maupun Bank Indonesia.
“Apabila eskalasi geopolitik mulai mereda sehingga harga minyak turun dan yield global kembali stabil, bahkan fundamental domestik mampu memberikan penyangga, maka tekanan terhadap IHSG berpeluang mereda,” jelasnya.
Respons Positif Pasar Terhadap Meneku Baru
Dari sisi domestik, Nafan memandang respons awal pasar terhadap pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangancenderung positif, meskipun masih bersifat jangka pendek dan belum sepenuhnya menghapus ketidakpastian.
Menurutnya, rebound IHSG setelah sempat terkoreksi cukup dalam per kemarin menunjukkan bahwa para pelaku pasar mulai melihat pergantian tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal.
“Apalagi Suahasil merupakan figur teknokrat yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan,” katanya.
Saat ini, pasar dinilai akan mencermati sejauh mana Menkeu baru mampu menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, stabilitas rupiah, serta konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah.
Dengan demikian, Nafan menyebut respons positif per kemarin dapat dibaca sebagai sinyal awal meredanya ketidakpastian, tetapi investor masih membutuhkan bukti melalui implementasi kebijakan ke depan.
Dalam jangka menengah, Nafan yakin reshuffle tersebut berpotensi menjadi salah satu katalis positif bagi IHSG apabila mampu meningkatkan confidence investor terhadap stabilitas dan kesinambungan kebijakan ekonomi Indonesia.
Menurut dia, kuncinya adalah bagaimana Suahasil menjaga kredibilitas fiskal, memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas sektor keuangan, serta memberikan kepastian mengenai arah kebijakan APBN dan pembiayaan pemerintah.
“Jika kepercayaan investor meningkat, maka peluang terjadinya capital inflow dan rerating terhadap aset domestik, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor finansial, akan semakin terbuka,” jelasnya.
Namun, reshuffle ini bukan satu-satunya faktor penentu IHSG karena pasar tetap akan dipengaruhi oleh sentimen global, arah suku bunga AS, pergerakan rupiah, arus dana asing, fundamental emiten, dan perkembangan geopolitik.
“Oleh karena itu, respons positif market pada saat itu lebih tepat dipandang sebagai early signal dan belum dapat menjadi konfirmasi terbentuknya tren struktur bullish IHSG secara berkelanjutan,” ungkap Nafan.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.