Ajang pameran dan forum bisnis tahunan ini diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi serta investasi global menjelang momentum perayaan 500 tahun usia Kota Jakarta.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia, Budihardjo Iduansjah, menjelaskan bahwa JITEX 2026 diselenggarakan melalui kerja sama gotong royong tanpa menggunakan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negaramaupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Ajang ini menghadirkan pameran sektor business-to-businessdan business-to-consumerguna memfasilitasi alih teknologi serta masuknya investasi asing ke Tanah Air.
“Target dari JITEX ini adalah sebagai forum yang melibatkan turis, perdagangan, dan investasi, terutama dalam menyambut Jakarta 500 tahun. Kami ingin mendukung Jakarta sebagai kota pusat perdagangan, budaya, dan pariwisata.
Ini adalah acara nol APBN/APBD, kami bekerja sama secara gotong royong,” ujar Budihardjo di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta pada Kamis, 17 September 2026.
Ia menambahkan, potensi nilai transaksi dan investasi pada pameran tahun ini ditargetkan meningkat 5 persen sampai 10 persen dibandingkan tahun lalu, dari angka Rp12,9 triliun menjadi sekitar Rp14 triliun.
Potensi tersebut mencakup sektor pengolahan makanan, pergudangan, kawasan industri, hingga perbaikan infrastruktur air, dengan minat investasi tertinggi berasal dari China, Hong Kong, dan Singapura.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, mengapresiasi penyelenggaraan JITEX 2026 yang mengusung tema “Ignite the Economy”.
Menurutnya, ekosistem pariwisata memegang peranan strategis dalam menyambungkan sektor perdagangan, investasi, dan UMKM nasional.
“Pariwisata merupakan ekosistem yang menghubungkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif dan UMKM.
Data BPS menunjukkan Tourism Direct GDP Indonesia pada tahun 2025 mencapai 4,78 persen dari PDB nasional atau sekitar Rp1.138,9 triliun.
Dengan konektivitas Jakarta yang sangat lengkap, kita harus dorong terus Jakarta sebagai pusat business and leisure, MICE, hingga pusat fashion,” jelas Ni Luh Puspa.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang bertindak sebagai Plt. Gubernur DKI Jakarta saat meresmikan acara, menegaskan ketahanan ekonomi Jakarta yang terus tumbuh positif.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen secara year-on-yearpada triwulan kedua tahun 2026, dengan perdagangan sebagai salah satu penopang utama.
Rano Karno juga menyoroti pentingnya integrasi antara JITEX dan Festival Kekayaan Intelektual untuk melindungi serta mendorong hasil karya kreatif warga Jakarta ke panggung dunia.
“Di sinilah Festival Kekayaan Intelektual Jakarta hadir untuk melengkapi semangat JITEX. Satu karya dapat memiliki perjalanan panjang, sebuah buku dapat menjadi film, melahirkan musik, dan berkembang menjadi peluang ekonomi lain.
JITEX membuka akses investasi dan pasar global, sementara FKI membawa karya serta kreativitas warganya menuju status kota global yang berbudaya,” tegas Rano Karno.
Gelaran JITEX 2026 sendiri menghadirkan 275 stan dari berbagai sektor usaha, memfasilitasi pertemuan business matching P3DN, pameran UMKM, hingga rangkaian forum bisnis internasional yang berlangsung selama empat hari.
Sinergi Investasi Asing, Rekam Jejak B2B, dan Pelindungan Kekayaan Intelektual Jakarta
Capaian pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sebesar 5,52 persenpada triwulan kedua tahun 2026 berbanding lurus dengan pesatnya realisasi investasi di ibu kota.
Data DPMPTSP DKI Jakarta dan BKPM mencatat Jakarta secara konsisten menduduki peringkat teratas penyerapan modal nasional, di mana Penanaman Modal Asingmenyumbang hampir setengah dari total investasi, dengan Singapura, Hong Kong, dan China sebagai kontributor terbesar.
Sektor perdagangan besar, logistik pergudangan, hingga ekosistem MICE menjadi penopang utama aliran modal ini, yang kini terus dipacu melalui gelaran JITEX 2026.
Target transaksi Rp14 triliun pada penyelenggaraan tahun ini melanjutkan tren pertumbuhan positif dari edisi 2024 dan 2025 yang masing-masing mencatatkan komitmen Rp12 triliun dan Rp12,9 triliun.
Mayoritas nilai transaksi tersebut dipicu oleh kesepakatan Business-to-Businessyang porsinya mencapai 80 hingga 85 persen.
Melalui forum business matching P3DN, sektor olahan makanan, tekstil, hingga teknologi manufaktur ringan sukses dipertemukan dengan para buyer internasional.
Melengkapi ekspansi pasar tersebut, integrasi Festival Kekayaan Intelektualmenjadi kunci penting untuk mengamankan nilai ekonomi karya warga Jakarta.
Mengingat DKI Jakarta merupakan provinsi dengan pendaftaran HKI tertinggi di Indonesia berdasarkan data DJKI Kemenkumham, fasilitasi legalitas merek dan hak cipta bagi 275 peserta pameran di JITEX 2026 memastikan produk UMKM lokal tidak hanya berhasil menggaet investasi global, tetapi juga terlindungi secara hukum di panggung internasional.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.