SCALE diluncurkan pada Kamis, 17 September 2026, di tengah perjalanan transformasi TelkomGroup yang semakin luas dan kompleks.
Inisiatif ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan terhadap pola kerja yang lebih terintegrasi, kapabilitas teknologi yang selaras, serta pemanfaatan sumber daya dan investasi teknologi secara lebih optimal.
Melalui SCALE, Telkom ingin memperkuat sinergi antara perusahaan induk atau Holding dan Operating CompanyProgram ini juga diarahkan untuk meningkatkan standardisasi, governance, serta pemanfaatan kapabilitas dan praktik terbaik agar dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan TelkomGroup.
Dalam perannya sebagai Strategic Holding, Direktorat IT Digital Telkom bertugas mengorkestrasi architecture, standard, governance, dan compliance di bidang teknologi.
Fungsi tersebut sekaligus memastikan kapabilitas digital yang dikembangkan dapat mendukung kebutuhan bisnis secara terintegrasi di tingkat grup.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, mengatakan SCALE tidak semata-mata berorientasi pada penerapan teknologi baru.
Menurut dia, transformasi juga menyangkut perubahan cara kerja, penggabungan kapabilitas yang sebelumnya tersebar, serta upaya memperluas penerapan inisiatif yang memberikan dampak bagi perusahaan.
“Transformasi bukan sekadar mengubah suatu pola kerja menjadi lebih efisien.
Transformasi adalah bagaimana kita membangun cara kerja yang lebih baik, menghubungkan kapabilitas yang sebelumnya tersebar, dan kemudian men-scale apa yang memberikan dampak terbesar bagi TelkomGroup,” ujar Faizal.
Melalui SCALE, Telkom ingin memastikan berbagai inisiatif transformasi bergerak dalam satu arah dan menghasilkan dampak yang dapat dirasakan oleh para pemangku kepentingan.
Lima Fokus Utama SCALE
Nama SCALE merepresentasikan lima fokus utama yang menjadi kerangka gerakan transformasi tersebut. Fokus pertama adalah Synergize – Strategic Holding, yang diarahkan untuk memperkuat sinergi antara Holding dan OpCo.
Kedua, Culture – Driven Service Excellence, yang berfokus pada pembangunan budaya kerja dan augmented workforce. Fokus ini menempatkan perubahan cara kerja dan penguatan sumber daya manusia sebagai bagian dari proses transformasi.
Ketiga adalah Automate – for Cost Leadership, yang menitikberatkan pada pemanfaatan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pengelolaan biaya.
Fokus keempat, Lead – Tech Innovation, diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan teknologi TelkomGroup, termasuk perjalanan menuju konsep AI-Native Telco.
Sementara fokus kelima adalah Expand – Business Growth, yang menempatkan kapabilitas digital sebagai enabler bagi pertumbuhan bisnis.
Kelima fokus tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam 13 program strategis.
Program tersebut mencakup transformasi IT operating model, AI Center of Excellence, cybersecurity operating model, digital transformation, Group Enterprise Architecture dan Data Transformation, serta pengembangan internal AI use cases.
Selain itu, SCALE mencakup pengembangan IT dan cybersecurity shared services, cloud transformation, tech-enabled innovation, serta penguatan kapabilitas AI, cybersecurity, dan IT services untuk mendukung kegiatan go-to-market dan pertumbuhan bisnis.
Dengan kerangka tersebut, berbagai agenda transformasi yang sebelumnya berjalan dalam sejumlah area dapat ditempatkan dalam satu arah strategis.
Telkom menilai pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi duplikasi pekerjaan, mempercepat implementasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan investasi teknologi di tingkat grup.
Dorong Standardisasi dan Shared Services
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam SCALE adalah pemanfaatan kapabilitas yang telah dibangun di tingkat Holding agar dapat digunakan secara lebih luas oleh OpCo.
Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui shared services dan penerapan standar yang selaras. Namun, penerapan standar tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing lini bisnis.
Pendekatan ini memungkinkan TelkomGroup memanfaatkan kapabilitas teknologi secara lebih terkoordinasi. Pada saat yang sama, setiap OpCo tetap dapat menyesuaikan implementasi dengan kebutuhan operasional dan bisnis masing-masing.
Integrasi tersebut menjadi semakin relevan seiring bertambahnya kebutuhan perusahaan terhadap teknologi digital, data, cloud, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence, serta keamanan siber.
Dalam kerangka SCALE, teknologi tidak ditempatkan sebagai fungsi yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari operating model dan strategi bisnis perusahaan.
Karena itu, agenda transformasi mencakup aspek teknologi sekaligus tata kelola, sumber daya manusia, proses kerja, dan pengembangan bisnis.
Ke depan, SCALE diharapkan menjadi salah satu fondasi perjalanan TelkomGroup dalam membangun perusahaan digital yang semakin agile, AI-enabled, dan scalable.
Kapabilitas teknologi serta operating model yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
Melalui SCALE, Telkom menempatkan transformasi sebagai perubahan yang mencakup cara perusahaan bekerja, berkolaborasi, memanfaatkan kapabilitas, dan menciptakan nilai bagi pelanggan, bisnis, serta seluruh pemangku kepentingan.
Dengan demikian, peluncuran SCALE bukan hanya menjadi penanda dimulainya sebuah program teknologi, tetapi juga menjadi kerangka untuk menyatukan berbagai agenda transformasi digital TelkomGroup dalam satu arah strategis.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.