Jelang 34 Tahun, Astra Infra Kelola 396 Km Jalan TolLaba Astra InternasionalAnjlok 19 Persen Tambang dan Alat Berat Lesu
Dengan posisi harga Rp4.800, ASII baru berada sedikit di atas MA5, tetapi masih di bawah MA10 hingga MA200.
Karena itu, area Rp4.815–Rp4.885 menjadi rentang yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah penguatan saham mulai berkembang menjadi pemulihan yang lebih kuat.
Di sisi lain, data teknikal juga menunjukkan RSI ASII berada di 36,567, sementara StochRSI berada di level 0 dan Williams %R berada pada kondisi jual berlebih.
Kondisi tersebut menggambarkan tekanan harga yang sudah cukup dalam, tetapi belum secara otomatis menjadi sinyal pembalikan tren.
Gelontorkan Dana Capex Rp35,6 Triliun
Dari sisi fundamental, ASII juga memiliki agenda korporasi yang menjadi perhatian pasar. Astra mengalokasikan belanja modal dan investasi 2026 sebesar Rp35,6 triliun, dengan realisasi semester pertama sekitar Rp16,9 triliun.
Perseroan juga mempertahankan target rasio pembayaran dividen pada kisaran 45–50 persen.
Kenaikan ASII pada perdagangan hari ini dengan demikian terjadi bersamaan dengan penguatan IHSG, tetapi belum dapat dilepaskan dari struktur teknikal yang masih menghadapi sejumlah resistance.
Sementara arus asing di pasar secara keseluruhan masih mencatat net sell, pergerakan dana terlihat lebih selektif, dengan MDKA, TINS dan AMMN menjadi beberapa saham yang mendapat net buy, sementara BBRI, BMRI dan TLKM menghadapi tekanan jual asing.
Bagi ASII, kemampuan bertahan di atas Rp4.800 dan kemudian melewati Rp4.815 menjadi perkembangan awal yang perlu dicermati.
Jika momentum berlanjut menuju area Rp4.842 hingga Rp4.885, pasar akan memperoleh konfirmasi tambahan mengenai kekuatan rebound.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan Rp4.750 akan kembali menempatkan area support bawah sebagai perhatian.
Dengan demikian, penguatan IHSG pada tengah hari 23 September belum sepenuhnya mencerminkan kembalinya arus asing secara menyeluruh.
Pasar justru menunjukkan pola rotasi, sementara ASII masih berada dalam fase pemulihan yang membutuhkan konfirmasi harga dan volume pada sesi-sesi berikutnya.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.