Rencana Investasi Raksasa Aluminium Rusia di Kalimantan belum Berizin, ini Kata ESDMIHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Bursa Asia Terdongkrak Saham Teknologi
Pergerakan emas sepanjang September juga menunjukkan bagaimana pasar merespons perubahan ekspektasi tersebut. Pada 17 September, harga emas sempat melonjak lebih dari 2 persen setelah dolar AS melemah dan harga minyak turun.
Sehari berikutnya, emas spot kembali naik 1,2 persen menjadi USD4.390,11 per ons. Namun, tekanan kembali muncul pada awal pekan berikutnya seiring menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga dan dolar AS.
Dengan harga spot sekitar USD4.325 per ons pada perdagangan Selasa, posisi emas global berada sekitar 22 persen di bawah rekor USD5.594,82 per ons yang dicapai pada Januari.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa emas masih menghadapi fase koreksi yang cukup besar dari level tertingginya, meskipun ketidakpastian geopolitik tetap menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan terhadap aset lindung nilai.
Di pasar logam mulia lainnya, pergerakan juga berlangsung beragam. Reuters mencatat harga perak turun 0,5 persen, platinum naik 0,7 persen, sedangkan paladium melemah 1,1 persen pada perdagangan Selasa.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga berlangsung secara berbeda di antara komoditas logam mulia.
Bagi pasar emas domestik, perkembangan harga global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta perubahan ekspektasi suku bunga global menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Harga emas Pegadaian pada Rabu menunjukkan respons yang relatif terbatas, dengan penurunan Rp1.000 pada Antam dan Rp2.000 pada Galeri24 serta UBS.
Dengan demikian, pelemahan harga emas Antam hari ini tidak berdiri sendiri.
Penurunan tersebut berlangsung bersamaan dengan koreksi harga emas global dan meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS masih akan ketat hingga akhir tahun.
Di tingkat ritel, pergerakan harga ketiga merek emas di Pegadaian menunjukkan arah yang sama, meski besaran koreksinya masih terbatas.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.