Peningkatan ini terjadi seiring dengan penguatan sentimen terhadap saham teknologi dan semikonduktor.
Berdasarkan data perdagangan, Kospi dibuka di level 7.153,99 dan sempat berada pada posisi yang sama sebagai level tertinggi.
Indeks kemudian bergerak turun hingga 7.054,63, tetapi masih bertahan di atas penutupan sebelumnya yang berada di 7.017,91.
Penguatan Kospi berlangsung setelah saham-saham berbasis chip kembali mendapatkan katalis dari reli saham teknologi global.
Pergerakan tersebut mengikuti penguatan sektor semikonduktor di Wall Street, ketika investor kembali meningkatkan minat terhadap perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan
Reuters melaporkan, optimisme terhadap AI kembali mengangkat saham teknologi global setelah peluncuran asisten AI baru Meta, Muse.
Penguatan tersebut ikut mendorong saham perusahaan semikonduktor, sementara indeks Nasdaq mencatat rekor tertinggi.
Reuters juga mencatat kenaikan ekspor semikonduktor Korea Selatan menjadi salah satu faktor yang memperkuat sentimen terhadap sektor chip Asia.
Ditopang Ekspor Chip Korea
Kinerja industri semikonduktor Korea Selatan menjadi salah satu perhatian investor karena sektor tersebut memiliki bobot besar terhadap pergerakan pasar saham negara tersebut.
Reuters mencatat ekspor Korea Selatan pada awal September 2026 melonjak 78,3 persen secara tahunan.
Pengiriman semikonduktor bahkan meningkat 259,4 persen, menunjukkan kuatnya permintaan terhadap produk chip yang berkaitan dengan perkembangan AI.
Perkembangan tersebut memberikan dukungan terhadap saham perusahaan semikonduktor Korea Selatan. Reli saham chip juga menjadi bagian dari tren yang lebih luas di pasar Asia setelah saham teknologi Amerika Serikat kembali menguat.
Sebelumnya, Reuters mencatat penguatan saham chip menjadi salah satu penggerak utama reli pasar global. Pada perdagangan 21 September, indeks saham semikonduktor Philadelphia melonjak 4,3 persen.
Sementara Advanced Micro Devicesmencatat kenaikan 10 persen dan kapitalisasi pasarnya menembus USD1 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perhatian investor masih terpusat pada prospek pertumbuhan investasi AI dan kebutuhan infrastruktur komputasi yang menopang pengembangan teknologi tersebut.
Nikkei Ikut Menguat, China dan Hong Kong Tertahan
Penguatan pasar Asia tidak terjadi secara seragam. Indeks Nikkei Jepang juga bergerak naik, tetapi dengan kenaikan yang lebih terbatas dibandingkan Kospi.
Nikkei berada di level 64.681,55, naik sekitar 0,85 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 64.136,25. Indeks tersebut sempat mencapai level tertinggi 65.436,57 dan menyentuh level terendah 64.403,85.
Sementara itu, Shanghai Composite relatif datar. Indeks China tersebut berada di 3.951,37, turun tipis sekitar 0,02 persen dari penutupan sebelumnya di 3.952,13.
Shanghai Composite sempat mencapai 3.951,52 dan turun ke 3.941,39.
Pergerakan serupa terlihat pada Hang Seng. Indeks bursa Hong Kong berada di level 25.064,84, turun sekitar 0,09 persen dari posisi sebelumnya di 25.087,75.
Hang Seng sempat menyentuh 25.072,25 sebelum turun ke 24.836,16.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan saham teknologi dan chip belum secara otomatis mendorong seluruh pasar Asia bergerak dalam arah yang sama.
Bagi pasar Korea Selatan, dominasi sektor teknologi membuat perkembangan industri chip memiliki pengaruh besar terhadap sentimen investor.
Penguatan Kospi pada perdagangan hari ini sekaligus menunjukkan bahwa tema AI masih menjadi salah satu penggerak utama pasar saham Asia.
Namun, reli tersebut juga menghadapi sejumlah risiko.
Reuters sebelumnya mencatat investor sempat mengurangi eksposur terhadap saham Asia yang sudah mengalami kenaikan besar karena kekhawatiran terhadap valuasi serta semakin tingginya konsentrasi indeks pada perusahaan chip.
Di sisi lain, persaingan industri chip semakin kompleks karena China terus memperkuat kemampuan produksinya.
Reuters melaporkan ChangXin Memory Technologiestengah memperluas bisnisnya ke sektor NAND flash untuk memenuhi permintaan yang meningkat dari aplikasi server AI dan bersaing dengan Samsung, SK Hynix, Micron, serta produsen China lainnya.
Artinya, kenaikan saham chip Asia saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan permintaan AI, tetapi juga menyangkut persaingan kapasitas produksi, rantai pasok, dan investasi teknologi.
Bagi investor Indonesia, penguatan Kospi dan saham chip Asia dapat menjadi indikator penting terhadap sentimen sektor teknologi regional.
Pergerakan saham semikonduktor global juga dapat memengaruhi minat investor terhadap saham teknologi di pasar domestik.
Namun, arah IHSG tetap akan ditentukan oleh faktor domestik dan komposisi sektor yang berbeda.
Karena itu, penguatan Kospi lebih tepat dilihat sebagai bagian dari perubahan sentimen global terhadap saham teknologi dan AI, bukan sebagai sinyal langsung terhadap pergerakan pasar saham Indonesia.
Dengan Kospi melonjak 1,94 persen sementara Shanghai Composite dan Hang Seng bergerak relatif datar, pasar Asia kembali menunjukkan bahwa reli AI dan semikonduktor menjadi salah satu pembeda utama kinerja bursa kawasanpada perdagangan hari ini.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.