Usai Presdir Summarecon Jadi Tersangka, ke Mana Arah Saham SMRA Berikutnya?

Pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, saham SMRA ditutup naik 3,10 persen ke Rp266 setelah sempat menyentuh level Rp258.

Namun, pemulihan harga itu berlangsung ketika investor asing masih mencatat net sell Rp2,96 miliar dalam sehari dan mencapai Rp26,15 miliar sepanjang 17–23 September 2026.

Lantas, siapa yang menopang rebound SMRA ketika tekanan jual asing masih deras?

Kenaikan tersebut membuat SMRA meninggalkan titik terendah yang terbentuk dalam tekanan jual sebelumnya. Namun, jarak antara level terendah dan harga penutupan menunjukkan pemulihan yang masih terbatas.

Dari Rp258, saham SMRA memang sempat naik Rp10, tetapi kembali turun dua poin dari level tertinggi intraday Rp268 sebelum perdagangan berakhir.

Pergerakan itu menjadi penting karena penurunan SMRA sebelumnya berlangsung cukup dalam. Dalam sepekan terakhir, saham masih terkoreksi 7,64 persen.

Sementara dalam satu bulan, penurunannya mencapai 18,90 persen.

PREMIUM Premium Content

Artikel premium ini hanya tersedia untuk Member

Anda dapat membuka artikel ini secara individual dengan harga Rp35.000. Jika sudah berlangganan, silakan login untuk melanjutkan membaca melalui dashboard premium Anda.

Login untuk Beli Rp35.000 Mulai Berlangganan Login Member

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.