Bos BRMS Beber Perkembangan Proyek Tambang Emas Bawah Tanah Palu, ini DetailnyaEMAS dan BRMS Gerakkan IDX Basic Materials, ini Analisis Saham untuk Esok
Keesokan harinya, Selasa, 22 September 2026, yang menjadi momentum eksekusi transaksi direksi, saham BRMS bergerak sangat dinamis di rentang harga Rp655 hingga Rp700, sebelum akhirnya ditutup tepat pada level Rp665 per saham.
Total nilai transaksi harian melonjak ke angka Rp152,40 miliar dengan volume perdagangan mencapai 2,28 juta lot.
Di hari transaksi direksi tersebut, investor asing tercatat melakukan pembukuan net foreign buy senilai Rp2,00 miliar, hasil dari total akumulasi foreign buy sebesar Rp35,65 miliar berbanding foreign sell sebesar Rp33,65 miliar.
Tren positif berlanjut pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, ketika saham BRMS berhasil melompattajam 4,51 persen menuju posisi Rp695 per saham.
Nilai transaksi pada pertengahan pekan ini tercatat sebesar Rp99,82 miliar, ditopang oleh lonjakan arus modal masuk asing yang signifikan dengan net foreign buy mencapai Rp11,81 miliar.
Adapun pada sesi perdagangan Kamis, 24 September 2026, saham BRMS ditutup terkoreksi tipis 1,44 persen atau melemah 10 poin ke level Rp685 per saham.
Sepanjang hari, saham ini bergerak aktif dalam kisaran Rp680 hingga Rp700 dengan rata-rata harga harian di posisi Rp686 per saham, serta mengantongi nilai transaksi sebesar Rp39,55 miliar dari volume perdagangan sebanyak 576,19 ribu lot.
Progres Proyek Tambang Emas Bawah Tanah dan Pabrik Palu
Sinyal optimisme jajaran direksi tersebut sejalan dengan realisasi operasional perseroan di lapangan.
BRMS telah menyampaikan perkembangan positif atas pengerjaan konstruksi proyek tambang emas bawah tanah (underground gold mine) yang berlokasi di Palu, Sulawesi Tengah.
Selain fasilitas tambang bawah tanah, perseroan sedang merampungkan ekspansi kapasitas operasional pabrik pemrosesan bijih emas di Palu dari kapasitas awal 500 ton per hari melesat empat kali lipat menjadi 2.000 ton bijih per hari.
Melalui penyelesaian infrastruktur terpadu tersebut, perseroan memproyeksikan tahap penambangan komersial atas bijih berkadar emas tinggidi kisaran 3,5 hingga 4,9 gram per tondari lokasi tambang bawah tanah Palu dapat mulai berproduksi secara efektif pada pertengahan tahun 2027 mendatang.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.