Genjot Ekosistem EV, Green Power (LABA) Gandeng Oscar Investama Bentuk GOIN

RUPS dan PubEx Pekan Depan, LABA hingga OILS Bawa Agenda PentingBedah Fundamental RANS: Pendapatan Terus Turun, Laba Ikut Melorot

Sebelum pengumuman kerja sama tersebut dilakukan, saham LABA sempat berada di level Rp124 pada Senin, 21 September 2026, dan kemudian terkoreksi tajam sebesar 9,68 persenke level Rp112 pada Selasa, 22 September 2026, dengan nilai transaksi sebesar Rp4,00 miliar.

Pada hari pengumuman kerja sama, yakni Rabu, 23 September 2026, respons positif pasar mulai terlihat di mana harga saham LABA mampu bangkit dan ditutup menguat 1,79 persen atau naik 2 poin ke level Rp114 per saham.

Perdagangan pada hari itu mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,03 miliar dengan volume 92,01 ribu lot dan frekuensi 1,13 ribu kali.

Sepanjang sesi perdagangan 23 September 2026, saham LABA bergerak di rentang harga terbawah Rp108 hingga tertinggi Rp115, dengan rata-rata harga transaksi di posisi Rp112.

Pada hari yang sama, investor asing mencatatkan aksi beli bersihsenilai Rp156,70 juta.

Tren penguatan saham LABA berlanjut pada Kamis, 24 September 2026. Harga saham emiten bersandi LABA ini melonjak 2,63 persendan ditutup pada posisi Rp117 per saham.

Aktivitas transaksi harian juga mengalami peningkatan signifikan dengan nilai transaksi mencapai Rp2,28 miliar, volume perdagangan sebanyak 196,87 ribu lot, serta frekuensi mencapai 2,20 ribu kali.

Saham LABA pada sesi tersebut dibuka pada level Rp114, sempat bergerak menyentuh batas bawah di Rp112 dan puncak tertinggi di Rp120, dengan harga rata-rata transaksi berada di level Rp116.

Meskipun menguat, investor asing mencatatkan aksi jual bersihsebesar Rp279,12 juta.

Namun, pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, laju saham LABA berbalik arah dan mengalami koreksi.

Pada awal pembukaan perdagangan, saham LABA sebenarnya sempat menguat dengan dibuka pada posisi Rp120 dan melaju hingga menyentuh harga tertinggi hariandi level Rp121.

Kendati demikian, tekanan jual membawa harga saham LABA melandai hingga menyentuh harga terendah hariandi Rp113, sebelum akhirnya ditutup melemah 2,56 persenkembali ke level Rp114 per saham.

Secara keseluruhan pada perdagangan 25 September 2026, total nilai transaksi saham LABA tercatat sebesar Rp867,78 juta dengan volume yang diperdagangkan sebanyak 74,17 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 611 kali. Rata-rata harga transaksi harian berada di level Rp117.

Berdasarkan data batas perdagangan harian, saham LABA memiliki batas Auto Rejection Ataspada posisi Rp157dan Auto Rejection Bawahpada posisi Rp100

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.