RKAB Disetujui Pemerintah, Kuota Produksi UNTR Naik 12,4 Juta Ton

UNTR Makin Agresif Garap Emas, Akuisisi ASA Jadi Strategi DiversifikasiUNTR 8M26: Overburden Naik, Penjualan Alat Berat dan Komoditas Tertekan

Sementara itu, volume produksi batu barayang dikelola PAMA terkikis 3 persen menjadi 93 juta ton.

Kendati mendapatkan keuntungan kurs, Vilihati menegaskan bahwa manajemen UNTR tidak berharap rupiah terus melemah.

Sebab, volatilitas nilai tukar yang terlalu dalam dapat merusak daya beli perekonomian nasional yang pada akhirnya mengganggu kestabilan iklim bisnis domestik.

“Cuma jangan berpikir begini, ya. Jangan berpikir bahwa ‘Wah, nanti enggak apa-apa nih US Dollar tembus terus deh, menguat terus’.

Jangan juga. Kita harus melihat Indonesia ini kan kita harus menjaga juga supaya Rupiah kita menguat, supaya daya beli atau purchasing power dari ekonomi Indonesianya juga semakin baik,” tegas Vilihati.

Untuk mengimbangi dampak dinamika makroekonomi, UNTR terus memperkuat lini bisnis penunjang pendapatan teratur, salah satunya melalui penjualan suku cadang dan jasa purna jual alat berat.

Pendapatan bersih dari segmen spare part and services tercatat tetap tumbuh 1 persen menjadi Rp5,9 triliun hingga M-8 2026.

Di samping itu, perseroan juga memperkuat inovasi armada lewat peluncuran produk baru Komatsu HW70-1 wide body dump truck kelas 70 ton untuk mengamankan pangsa pasar alat berat pertambangan nasional.

“Komatsu HW70-1 ini merupakan white body dump truck kelas 70 ton dengan desain yang tangguh dan andal yang dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas pengangkutan material pertambangan.

Badannya lebih besar, kapasitasnya lebih besar, dan ini cocok sekali buat coal mining, dan ini salah satu antisipasi kompetisi,” jelasnya.

Diketahui, nilai tukar rupiah hari ini bergerak di rentang Rp17.800 hingga Rp17.920 per dolar AS sepanjang sesi. Dalam sepekan, dolar AS menguat 0,93% terhadap rupiah, dan 1,10% dalam sebulan terakhir.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.