Asing Pilih BBRI, BMRI Dilepas Rp115 Miliar: Intip Teknikalnya Hingga Akhir Sesi

Kiwoom Sebut IHSG Bisa Tembus 7.200, Cek Pilihan SahamnyaBBRI Diguyur Broker SQ Rp156,8 Miliar, Broksum Tunjukkan Data Menarik

Tekanan teknikal BMRI juga lebih jelas. Harga berada di bawah seluruh moving average utama, mulai MA5 Rp4.110, MA10 Rp4.196, MA20 Rp4.295, MA50 Rp4.249,4, MA100 Rp4.211,1 hingga MA200 Rp4.554.

RSI berada di 36,743, sedangkan MACD -48,251. ADX sebesar 46,753 menunjukkan tren masih cukup kuat.

Kondisi ini menggambarkan tekanan harga yang belum sepenuhnya mereda.

Area Rp4.040 sendiri menjadi support penting berdasarkan pivot klasik. Jika ditembus, support berikutnya berada di Rp4.010.

Sebaliknya, pemulihan awal perlu melewati Rp4.060 dan Rp4.090 sebelum menguji Rp4.110.

Apa Artinya bagi Big Banks?

Pergerakan tiga saham tersebut memperlihatkan bahwa investor asing mulai melakukan seleksi di tengah tekanan sektor perbankan.

BBRI mencatat akumulasi terbesar sekitar Rp20,1 miliar, BBCA sekitar Rp15,9 miliar, sementara BMRI mengalami pelepasan sekitar Rp115,3 miliar.

Kondisi ini juga perlu ditempatkan dalam konteks arus dana yang lebih luas. Pada pekan perdagangan 21–25 September 2026, investor asing mencatat net sell sekitar Rp3 triliun di pasar saham Indonesia.

BMRI menjadi saham dengan net sell asing terbesar sepanjang pekan tersebut, mencapai sekitar Rp957,55 miliar. BBRI juga termasuk dalam daftar saham yang paling banyak dilepas asing dengan Rp707,92 miliar.

Karena itu, akumulasi BBRI pada Senin belum cukup untuk menyimpulkan perubahan tren aliran dana asing secara keseluruhan. Perlu dilihat apakah pembelian tersebut berlanjut dalam beberapa sesi berikutnya.

Bagi pergerakan big banks, tiga hal menjadi penting untuk diamati setelah sesi tengah perdagangan. Pertama, apakah BBRI mampu mempertahankan area Rp3.120 dan kembali menembus Rp3.170.

Kedua, apakah BBCA mampu bertahan di sekitar MA100 Rp6.172,75. Ketiga, apakah BMRI dapat mempertahankan Rp4.040 atau justru bergerak menuju support Rp4.010.

Dengan demikian, perdagangan hari ini memperlihatkan bahwa harga big banks masih tertekan, tetapi aliran dana asing mulai menunjukkan perbedaan pilihan antarbank.

BBRI mendapat akumulasi ketika harga melemah, BBCA masih mencatat pembelian bersih dalam perhitungan akumulasi, sedangkan BMRI menjadi titik tekanan jual terbesar.

Arah berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing saham mempertahankan level teknikal sekaligus konsistensi arus dana asing.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.