SAFE memimpin jajaran sepuluh saham dengan penurunan terparahdi bursa.
Saham PT Steady Safe Tbkmencatatkan pelemahan drastis hingga 40,19 persen dalam kurun waktu satu minggu perdagangan.
Tekanan jual masif ini terseret mengoreksi harga saham SAFE ke posisi Rp625 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp513,25 miliar.
Laju penurunan tajam saham SAFE diikuti oleh deretan emiten grup media MNC Group yang secara kompak tertekan di zona merah.
Saham emiten hiburan digital PT MNC Digital Entertainment Tbkmelemah 31,03 persen hingga terkoreksi ke posisi harga Rp200 per saham, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp12,13 triliun.
Pelemahan tajam turut melanda induk usaha medianya, PT Media Nusantara Citra TbkSaham MNCN amblas 27,66 persen sepanjang pekan lalu dan bertengger pada level harga Rp136 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp2,04 triliun.
Grup MNC masih melanjutkan tren penurunan melalui emiten pengembang properti dan pariwisata PT MNC Tourism Indonesia TbkSaham KPIG tergerus 26,47 persen hingga terseret ke level Rp50 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp5,36 triliun.
Di posisi lima besar top losers mingguan, saham emiten jasa transportasi logistik PT Sidomulyo Selaras Tbktertekan 26,09 persen hingga ditutup pada level Rp68 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp153,05 miliar.
Tekanan koreksi berikutnya menimpa induk holding utama MNC Group, yakni PT Global Mediacom TbkSaham BMTR melemah 25,22 persen hingga terseret ke posisi harga Rp86 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp1,42 triliun.
Selanjutnya, saham emiten pengembang wahana rekreasi dan tempat wisata PT Graha Andrasentra Propertindo Tbkmengalami penurunan sebesar 25,00 persen menuju posisi harga Rp54 per saham dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp1,21 triliun.
Koreksi mingguan juga menjangkau emiten manufaktur makanan olahan PT Wahana Interfood Nusantara TbkSaham COCO tergerus 23,31 persen hingga parkir di level Rp102 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp1,45 triliun.
Penghuni jajaran top losers berikutnya diisi oleh emiten manufaktur kemasan plastik PT Yanaprima Hastapersada TbkSaham YPAS mengalami pelemahan 22,39 persen dalam sepekan hingga bertengger pada level Rp1.040 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp694,72 miliar.
Melengkapi sepuluh besar top losers pekan ini, saham emiten pengembang properti PT Perintis Triniti Properti Tbkterkoreksi 22,35 persen hingga ditutup pada harga Rp278 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp1,26 triliun.
Di tengah maraknya aksi lepas portofolio pada emiten-emiten tersebut, pergerakan positif justru memayungi saham emiten jasa periklanan PT Fortune Indonesia TbkSaham FORU berhasil bertengger di posisi teratas daftar kenaikan harga tertinggiusai melesat 133,77 persen ke level Rp360 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp167,48 miliar.
Laju penguatan emiten top gainers berlanjut pada saham emiten jasa transportasi PT Guna Timur Raya Tbkyang melonjak 81,69 persen ke harga Rp2.580 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp1,12 triliun.
Aksi beli juga mendorong saham emiten perdagangan PT Inter-Delta Tbkmenguat 67,48 persen ke level Rp412 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp243,83 miliar.
Selanjutnya, saham emiten perkebunan kelapa sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbkmelesat 63,11 persen menuju harga Rp336 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp5,71 triliun.
Aksi penguatan juga dibukukan oleh emiten perdagangan PT Wahana Pronatural Tbkyang melonjak 51,72 persen hingga parkir pada posisi Rp352 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp436,80 miliar.
Kenaikan mingguan berlanjut pada saham emiten kain nonwoven PT Falmaco Nonwoven Industri Tbkyang menguat 45,26 persen ke level Rp138 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp107,81 miliar.
Di samping itu, saham emiten bahan kimia PT Sinergi Multi Lestarindo Tbkmelesat 34,29 persen ke harga Rp282 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp656,54 miliar.
Selanjutnya, saham emiten kontraktor PT Asri Karya Lestari Tbkmenanjak 34,25 persen ke level Rp486 per saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp3,04 triliun.
Melengkapi jajaran sepuluh besar top gainers pekan ini, saham kosmetik PT Martina Berto Tbkmenguat 33,77 persen ke harga Rp206 per saham, serta saham logistik PT MPX Logistics International Tbkyang menanjak 31,33 persen menuju posisi Rp218 per saham.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.