IHSG Hari ini Diproyeksi Kembali Menguat, Level 6.013 Jadi PenentuBank NeoSoroti Fungsi AI di Perbankan, dari Layanan ke Kemampuan Prediktif
Saham-saham dengan valuasi tinggi memang paling sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Ketika imbal hasil obligasi naik, biaya untuk memegang saham yang dianggap mahal ikut meningkat.
Sebaliknya, ketika imbal hasil turun, Nvidia justru bisa mendapat angin segar. Biaya pinjaman yang lebih murah dapat membantu pelanggan perusahaan membiayai pembangunan pusat data AI yang membutuhkan investasi sangat besar.
Saham MongoDB juga naik 4,8 persen setelah dewan direksi perusahaan meningkatkan program pembelian kembali saham senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun.
Kabar tersebut membantu MongoDB memulihkan sebagian kerugiannya pada awal pekan.
Sebelumnya, saham perusahaan database tersebut terpukul setelah mengumumkan CEO Chirantan “CJ” Desai mundur dari jabatannya untuk mengambil posisi senior di Meta Platforms.
Namun, tidak semua perusahaan mendapat berkah dari perdagangan hari itu. Cal-Maine Foods, perusahaan telur terbesar di AS, sahamnya merosot 2,6 persen setelah membukukan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan analis.
Masalahnya sederhana, telur sedang banyak-banyaknya di pasar. Ketika pasokan melimpah, harga jual ikut tertekan.
Kondisi tersebut membuat Cal-Maine Foods harus menghadapi penurunan harga telur yang bisa dibebankan kepada konsumen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di pasar saham global, indeks Eropa cenderung melemah setelah perdagangan Asia ditutup beragam. Nikkei 225 Jepang justru melonjak 1,9 persen, sementara CAC 40 Prancis turun 0,9 persen.
Wall Street akhirnya mendapatkan kabar baik dari inflasi, tetapi pesta belum benar-benar dimulai.
Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memang mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga, tetapi imbal hasil obligasi yang masih tinggi menunjukkan pasar belum selesai berdebat dengan satu masalah lama, yakni berapa lama bunga tinggi akan bertahan.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.