Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi hubungan Indonesia dan Jerman yang ditandai dengan sejumlah kunjungan dan pertemuan tingkat tinggi.
Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni 2026, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan, khususnya di bidang kerja sama ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
“Bagi Indonesia, momen ini menjadi pengingat yang bermakna akan kemitraan kita yang telah terjalin lama dan terus berkembang.
Tahun ini menandai 74 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman, dan tahun depan kita akan memperingati hari jadi ke-75 hubungan bilateral kita,” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Minggu, 4 Oktober 2026.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa penguatan hubungan Indonesia dan Jerman juga terus diarahkan untuk menghasilkan kerja sama ekonomi yang konkret melalui berbagai mekanisme bilateral.
Hal tersebut mencakup Joint Economic and Investment Committee, kerja sama industri dan hijau, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pada sektor energi dan teknologi, Indonesia melihat peluang kerja sama dengan Jerman dalam pengembangan energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, serta pembiayaan berkelanjutan.
Jerman bersama Jepang sebagai co-lead International Partners Group dalam kerangka Just Energy Transition Partnershipjuga menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat investasi dan pembiayaan transisi energi bersih Indonesia.
Selain itu, Indonesia dan Jerman memiliki potensi untuk memperkuat kerja sama pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk berkontribusi bekerja di Jerman.
Menjaga momentum penguatan hubungan ekonomi kedua negara, Airlangga menyampaikan bahwa Jerman merupakan salah satu mitra ekonomi dan industri penting bagi Indonesia.
Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar USD6,11 miliar pada 2025, sementara lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman juga telah beroperasi di Indonesia.
Ke depan, Indonesia melihat peluang kerja sama yang semakin luas di bidang industri dan infrastruktur, perdagangan dan investasi, energi dan transformasi digital, kesehatan, life sciences, serta pengembangan sumber daya manusia.
Berbagai prioritas tersebut dapat terus didorong melalui mekanisme kerja sama bilateral, termasuk Indonesia–Germany Joint Economic Commissiondan JETP.
Pentingnya IEU-CEPA
Airlangga juga menekankan pentingnya Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreementsebagai salah satu instrumen untuk membuka peluang akses pasar, meningkatkan perdagangan, serta memperkuat keterlibatan dunia usaha Indonesia dan Uni Eropa, termasuk Jerman.
Airlangga menyampaikan bahwa penandatanganan IEU-CEPA diharapkan dapat berlangsung tahun ini dan proses ratifikasi dapat dilakukan sehingga implementasinya diharapkan dimulai pada awal tahun depan.
“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasiJerman,” pungkas Airlangga.
Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI pada 2027
Sebelumnya, Airlangga membeberkan kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027. Meskipun outlook perekonomian global pada tahun depan diperkirakan membaik, proses pemulihan masih menghadapi berbagai kerentanan.
Dalam konteks tersebut, penguatan investasi, konektivitas, dan efisiensi logistik nasional menjadi semakin penting untuk menjaga daya tahan dan daya saing perekonomian nasional.
Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 menuju 8 persen dalam jangka menengah, tiga syarat utama.
“Pertama, investasi harus tumbuh lebih cepat daripada PDB, kedua, produktivitas dan kualitas SDM meningkat, dan ketiga yakni ekspor harus semakin bernilai tambah dan logistik semakin efisien,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Rabu, 23 September 2026.
Airlangga menyatakan, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang kuat, bonus demografi, basis industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan.
“Karena itu, arah kebijakan ke depan harus tetap berfokus pada investasi berkualitas, hilirisasi, peningkatan produktivitas, penguatan daya saing, serta perluasan akses pasar,“ ujanya.
Fundamental perekonomian Indonesia hingga kini masih menunjukkan kondisi yang tetap terjaga.
Perekonomian nasional tumbuh 5,45 persen year on yearpada semester I 2026, dengan inflasi yang terkendali sebesar 3,19 persen pada Agustus 2026, serta realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun hingga semester I 2026.
Dari sisi kesejahteraan, rasio gini turun menjadi 0,368, tingkat kemiskinan tercatat 8,07 persen, dan tingkat pengangguran terbuka berada pada 4,65 persen.
Sementara itu, Indonesia juga tetap mempertahankan peringkat dalam kategori layak investasi, yang mencerminkan terjaganya kepercayaan terhadap fundamental dan prospek perekonomian nasional.
Lebih lanjut, kebijakan ekonomi tahun 2027 akan diarahkan melalui sinergi fiskal sebagai katalis, moneter sebagai penjaga stabilitas, dan investasi sebagai penggerak kapasitas produksi serta penciptaan lapangan kerja.
Sinergi ketiga kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perekonomian nasional untuk tumbuh lebih tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih cepat.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.