Terkoreksi, IHSG Masih di Atas 6.000: Saham DOOH Jatuh Lebih Tiga Persen

Aksi DOOH Caplok 29 Persen Saham INET Rp2 Triliun, Bidik Ekosistem AI?Transformasi ke Ekosistem AI, DOOH Siap Akuisisi INET

Sebaliknya, apabila Rp350 ditembus dengan tekanan jual yang meningkat, risiko pelemahan kembali terbuka. Level Rp342 menjadi area yang perlu diperhatikan karena merupakan titik terendah perdagangan hari ini.

Jika Rp342 ikut ditembus, support berikutnya berada di sekitar Rp334.

Kondisi order book juga menunjukkan tekanan jual yang masih cukup terasa. Pada pukul 12:23 WIB, total antrean jual mencapai sekitar 553.090 lot, lebih besar dibandingkan total antrean beli sekitar 418.655 lot.

Artinya, suplai masih lebih besar meskipun order book bersifat dinamis dan dapat berubah sepanjang perdagangan.

Rekomendasi DOOH

Sebelumnya, MNC Sekuritas menempatkan DOOH sebagai saham buy on weakness pada area Rp354–Rp364, dengan target Rp410 dan Rp428 serta batas risiko di bawah Rp340.

Rekomendasi tersebut dibuat ketika DOOH masih ditutup di Rp366 dan penguatannya dinilai tertahan MA20.

Dengan kondisi perdagangan hari ini, area Rp350 menjadi level yang semakin penting. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang pemulihan menuju Rp360–Rp376 masih terbuka.

Namun, penguatan baru akan terlihat lebih meyakinkan apabila DOOH mampu kembali melewati Rp376 dengan dukungan volume.

Sebaliknya, penembusan Rp350, terutama jika disusul dengan pelemahan di bawah Rp342, akan mengubah struktur jangka pendek menjadi lebih bearish dan membuka ruang menuju Rp334.

Jadi, arah DOOH selanjutnya sangat bergantung pada respons harga di area Rp350–Rp342.

Posisi indikator yang mulai jenuh jual memberikan peluang technical rebound, tetapi harga masih berada di bawah MA jangka pendek dan tekanan jual belum sepenuhnya hilang.

Dengan demikian, untuk perdagangan berikutnya, Rp350 menjadi support kunci, Rp376 sebagai resistance penting, sedangkan Rp392 menjadi target lanjutan apabila breakout berhasil dikonfirmasi.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.