Rahayu Saraswati Bidik Peran Baru di Industri Beauty and Wellness VICI

Keponakan Prabowo Lepas Jabatan Komut TRIN, Tetap Kempit 178,6 Juta Lembar SahamTRIN Gandeng Artotel Kelola Hotel di Collins Boulevard, Intip Detailnya

Keterlibatan Sara di VICI juga berkaitan dengan perhatian terhadap representasi perempuan dalam pengambilan keputusan.

Mengingat sebagian besar konsumen industri kecantikan merupakan perempuan, ia menilai pengalaman dan perspektif perempuan perlu diperhitungkan dalam pengembangan produk maupun strategi bisnis.

Perhatian terhadap kepemimpinan perempuan sebelumnya diwujudkan melalui Saraswati Fellowship, program mentoring selama tiga bulan yang mempertemukan perempuan muda dengan pemimpin senior.

Ia juga terlibat dalam berbagai isu sosial, termasuk pemberdayaan perempuan, pemberantasan perdagangan orang, dan pendidikan inklusif.

Bagi Sara, keterwakilan perempuan bukan sekadar memenuhi komposisi organisasi. Kehadiran perempuan di tingkat pengambilan keputusan diharapkan dapat memperluas perspektif perusahaan dalam memahami konsumen dan kebutuhan pasar.

Mundur dari TRIN, Tetap Memegang Saham

Di tengah rencana bergabung dengan VICI, Sara juga mengklarifikasi pengunduran dirinya dari jabatan Komisaris Utama TRIN. Ia menyebut telah mengajukan surat pengunduran diri dan prosesnya berjalan sesuai ketentuan perusahaan.

Namun, pengunduran diri tersebut tidak berarti ia melepas kepemilikan sahamnya di perusahaan properti tersebut.

“Saya mundur dari posisi Komisaris Utama, bukan berarti saya melepas saham. Saya masih memiliki saham di sana,” kata Sara.

Ia menjelaskan, selama bergabung dengan TRIN sejak Desember 2025, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian utamanya, yakni pembangunan gedung ramah lingkungan, penguatan perspektif perempuan di sektor properti, dan peningkatan standar desain.

Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut tetap relevan meskipun ia tidak lagi menjalankan fungsi sebagai Komisaris Utama. Ia juga mengapresiasi keterbukaan manajemen TRIN terhadap masukan yang diberikan selama masa jabatannya.

Adapun pencalonannya sebagai anggota Dewan Komisaris VICI masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 29 Oktober 2026.

Dalam pertemuan dengan media, Sara menyebut porsi kepemilikan sahamnya di VICI berada di 2,4 persen. Ia menegaskan bahwa keterlibatannya di VICI harus berjalan sesuai ketentuan dan tata kelola perusahaan.

“Buat saya, integritas nomor satu. Yang penting semua dilakukan secara legal dan sesuai aturan.

Fokus saya adalah bagaimana saya bisa berkontribusi terhadap bisnisnya,” ujarnya.

Jika penunjukan tersebut memperoleh persetujuan pemegang saham, Sara akan memasuki industri yang berbeda dari sektor properti yang selama ini menjadi salah satu ruang kontribusinya.

Tantangannya bukan hanya memperluas jangkauan merek, tetapi juga membantu perusahaan menjaga fondasi bisnis, mengembangkan inovasi, dan membangun peluang di pasar internasional.

Bagi Sara, target tersebut berkaitan dengan upaya yang lebih luas, yaitu memastikan merek Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memiliki kemampuan bersaing di pasar global.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.