Lima Hal yang Wajib Dipahami Sebelum Menggunakan Margin Trading Saham

Pasalnya, trader dapat menggunakan fasilitas pembiayaan dari sekuritas untuk menambah daya beli saham, sehingga transaksi saham dapat dilakukan dengan nilai lebih besar dari modal yang dimiliki.

Di sisi lain, penggunaan margin juga melibatkan biaya dan risiko yang perlu diperhitungkan. Dampak perubahan harga terhadap modal dapat menjadi lebih besar seiring dengan meningkatnya nilai posisi.

Karena itu, sebelum menggunakan margin trading, trader perlu memahami mekanisme, biaya, serta risiko yang terkait. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum menggunakan fasilitas tersebut.

1. Pastikan Setup Trading Sudah Jelas

Jangan menggunakan margin hanya karena melihat peluang harga naik. Tentukan alasan entry, target profit, dan level cut loss sebelum membuka posisi.

Leverage tidak memperbaiki analisis yang keliru. Jika harga bergerak berlawanan, kerugian terhadap modal sendiri juga menjadi lebih besar.

2. Jangan Terjebak dengan Buying Power yang Lebih Besar

Salah satu hal yang membuat margin trading terlihat menarik adalah tambahan buying power. Dengan fasilitas ini, daya beli yang tersedia bisa lebih besar dari pada uang tunai yang kamu miliki.

Namun, buying power yang tersedia bukan berarti harus dihabiskan. Contohnya, dengan modal Rp100 juta, kamu membuka posisi senilai Rp50 juta.

Ketika saham terkoreksi 5 persen, nilai posisi turun sekitar Rp7,5 juta.

Penurunan tersebut langsung terasa terhadap modal awal, karena posisi yang kamu pegang lebih besar dari pada dana pribadi.

3. Hitung Biaya Margin Sebelum Membuka PosisiĀ 

Menggunakan dana margin berarti ada biaya yang perlu diperhitungkan. Salah satunya adalah bunga margin yang dapat mempengaruhi hasil akhir transaksi.

Secara sederhana, potensi keuntungan bersih dapat dilihat dari:

Capital Gain – Bunga Margin – Biaya Transaksi

Contohnya, kamu menggunakan dana margin Rp100 juta dengan bunga 8 persen per tahun. Bila posisi ditahan selama lima hari, estimasi bunga sederhananya sekitar Rp123 ribu.

Jika posisi menghasilkan capital gain bruto Rp10 juta, keuntungan tersebut masih harus dikurangi bunga margin dan biaya transaksi.

Dengan kata lain, jangan hanya menghitung apakah saham ini bisa naik berapa persen, tetapi juga pertimbangkan berapa biaya yang harus ditanggung selama posisi terbuka.

Buat kamu yang sedang mempertimbangkan penggunaan fasilitas margin, Ajaib juga memiliki program Promo Bunga Margin Trading dengan penawaran bunga khusus, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk investor yang memenuhi ketentuan, bunga margin dapat mencapai 9 persen per tahun dengan deposit atau transfer portofolio minimal Rp500 juta. Periode pendaftaran promo berlangsung 1 September sampai 31 Oktober 2026. Sedangkan periode program berlangsung hingga 31 Maret 2027.

Cek syarat dan ketentuan selengkapnya di website Ajaib sebelum mengikuti program.

4. Siapkan Batas Kerugian Sebelum Pasar Bergerak Melawan

Tentukan level cut loss sebelum membuka posisi. Jangan menunggu harga turun semakin dalam, baru memutuskan apakah posisi perlu ditutup.

Dengan margin, disiplin terhadap batas kerugian menjadi semakin penting, karena leverage dapat memperbesar dampak kerugian terhadap modal.

5. Pahami Risiko Margin Call dan Forced Sell

Karena posisi mengalami penurunan dan rasio margin mencapai level tertentu, trader dapat menghadapi margin call.

Kondisi ini berarti trader perlu memenuhi kewajiban sesuai ketentuan, misalnya dengan menambah dana atau melakukan pengurangan posisi.

Dalam kondisi tertentu, apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, sekuritas dapat melakukan forced sell sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, trader tidak sebaiknya menunggu sampai margin call muncul baru mengambil tindakan. Pantau posisi dan rasio margin secara berkala, terutama ketika pasar sedang volatil.

Pelajari Margin Trading di Ajaib

Margin trading dapat membantu trader meningkatkan daya beli dan menjalankan strategi dengan modal yang lebih fleksibel.

Namun, fasilitas ini juga membuat risiko menjadi lebih besar, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan strategi dan kemampuan mengelola risiko.

Sebelum memanfaatkannya, pahami terlebih dulu cara kerja margin, biaya bunga, penggunaan buying power, hingga risiko margin call dan forced sell.

Dengan pemahaman tersebut, kamu bisa menggunakan margin secara lebih terukur dan tidak sekadar mengejar posisi yang lebih besar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.