BIKE Akuisisi 45 Persen Saham Sumber Bara Abadi, Bidik Pendapatan USD84 Juta

BIKE Caplok 72 Persen Saham Tambang Batu Bara, Simpan Cadangan 22 Juta Metrik TonRencana Ekspansi Tambang hingga Golf di Tengah Rugi, Manajemen BIKE Angkat Bicara

Rencana Ekspansi Tambang hingga Golf di Tengah Rugi, Manajemen BIKE Angkat Bicara

Manajemen PT Bhineka lnovasi Ketahanan Energi Tbkangkat bicara mengenai rencana perusahaan ekspansi ke sektor tambang, energi, dan golf di tengah kondisi rugi bersih di semester I 2026.

Dalam laporan hasil public expose yang diunggah di keterbukaan informasi pada Jumat, 25 September 2026, manajemen BIKE menyampaikan tambang dan energi merupakan sektor strategis yang memiliki peluang pengembangan jangka panjang.

“Mengenai permodalan, ada rencana penguatan modal kerja yang telah ditawarkan oleh Pengendali kepada Perseroan yang masih dalam proses kajian KJPP,” tulis manajemen.

Adapun keputusan BIKE untuk melakukan diversifikasi dan ekspansi ke sektor tambang, energi, dan golf didasari oleh evaluasi komprehensif terhadap portofolio bisnis dan prospek pertumbuhan jangka Panjang.

Selain itu, manajemen BIKE juga menyatakan saat ini perseroan sedang mempersiapkan aspek legal, perpajakan, dan teknis terkait rencana ekspansi tersebut.

“Dengan melibatkan profesional eksternal yang kompeten untuk memastikan proses dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” sebut manajemen BIKE.

Kinerja Semester I 2026

Mengutip data laporan yang telah dipublikasikan, selama semester I 2026, BIKE mencatat penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp121,16 miliar atau menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp173,76 miliar.

Bersamaan dengan penurunan pendapatan usaha, beban pokok penjualan dan pendapatan perseroan tercatat senilai Rp133,98 miliar.

Alhasil, BIKE mencatatkan rugi bruto sebesar Rp12,81 miliar, atau berbanding terbalik dari laba bruto sebesar Rp27,39 miliar pada semester I 2025.

Setelah memperhitungkan manfaat pajak, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terekam sebesar Rp33,29 miliar pada semester I 2026.

Hasil ini berbalik dari kinerja paruh pertama tahun lalu yang saat itu berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp6,54 miliar.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.